Proyeksi Rupiah hingga Akhir Tahun versi Bank Mandiri
Senin, 21 September 2015 - 16:38 WIB
Proyeksi Rupiah hingga Akhir Tahun versi Bank Mandiri
A
A
A
JAKARTA - Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memperkirakan patokan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hingga akhir tahun berada pada rentang Rp14.500-Rp14.800/USD.
"Kurs sempat debatable tapi kita patok range saja di Rp14.500-Rp14.800/USD sampai akhir tahun dan akan sama beberapa waktu ke depannya," ujarnya di Jakarta, Senin (21/9/2015)
Destry menjelaskan, beberapa pertimbangan pihaknya menetapkan kurs di kisaran itu, antara lain kebutuhan USD yang tinggi menjelang akhir tahun.
Dia menambahkan, banyak perusahaan yang akan melakukan pembayaran utang jatuh tempo pada akhir tahun dalam mata uang negara Paman Sam tersebut.
"Kebutuhan USD tinggi jelang akhir tahun untuk membayar utang, biasanya empat bulan terakhir jelang tutup tahun," imbuh dia.
Selain itu, Destry menambahkan, ketidakpastian kondisi perekonomian global juga berpengaruh terhadap pergerakan rupiah yang belum akan membaik.
"Pertimbangannya juga kondisi sedang uncertainty dan pergerakan mata uang dan perekonomian di China," pungkasnya.
Baca:
Rupiah Terkikis Siang Ini Meski USD Tertekan Yen
USD Pulih, Rupiah Dibuka Terkoreksi
"Kurs sempat debatable tapi kita patok range saja di Rp14.500-Rp14.800/USD sampai akhir tahun dan akan sama beberapa waktu ke depannya," ujarnya di Jakarta, Senin (21/9/2015)
Destry menjelaskan, beberapa pertimbangan pihaknya menetapkan kurs di kisaran itu, antara lain kebutuhan USD yang tinggi menjelang akhir tahun.
Dia menambahkan, banyak perusahaan yang akan melakukan pembayaran utang jatuh tempo pada akhir tahun dalam mata uang negara Paman Sam tersebut.
"Kebutuhan USD tinggi jelang akhir tahun untuk membayar utang, biasanya empat bulan terakhir jelang tutup tahun," imbuh dia.
Selain itu, Destry menambahkan, ketidakpastian kondisi perekonomian global juga berpengaruh terhadap pergerakan rupiah yang belum akan membaik.
"Pertimbangannya juga kondisi sedang uncertainty dan pergerakan mata uang dan perekonomian di China," pungkasnya.
Baca:
Rupiah Terkikis Siang Ini Meski USD Tertekan Yen
USD Pulih, Rupiah Dibuka Terkoreksi
(rna)