Dua Persoalan Ekonomi Ini Perlu Jadi Fokus Pemerintah
Senin, 21 September 2015 - 17:41 WIB
Dua Persoalan Ekonomi Ini Perlu Jadi Fokus Pemerintah
A
A
A
JAKARTA - Ekonom Andri Asmoro mengatakan, ada dua persoalan ekonomi yang bisa jadi fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi ), yaitu belanja pemerintah dan daya beli masyarakat.
"Persoalan utama dari perkembangan ekonomi fokus ke dua hal, belanja pemerintah dan menopanh daya beli masyarakat," ujarnya di Jakarta, Senin (21/9/2015).
Dia menjelaskan, persoalan yang pertama mendorong daya beli, sehingga meningkatkan permintaan. Pasalnya, penurunan konsumsi masyarakat menjadi faktor perlambatan ekonomi Tanah Air.
Sebagai perbandingan, lanjut Andri, dari 2008 ke 2009, rebound pertumbuhan ekonomi bisa lebih cepat didorong tingginya konsumsi. Sedangkan tahun ini dinilainya sulit bangkit.
Dalam kesempatan yang sama, Ekonom Destry Damayanti menilai bahwa beralihnya investasi ke sektor komoditas, selain meningkatkan pendapatan masyarakat yang berdampak ke pertumbuhan konsumsi, juga membuat Indonesia lolos dari krisis.
"Saat likuiditas sektor keuangan global kena, global taruh invetasi di komoditas terutama Indonesia sebagai best country, meningkatkan income masyarakat," jelasnya.
Dia menyampaikan, pada saat negara lain sudah berdarah-darah tertimpa krisis global, Indonesia masih bisa mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif.
"Kita kuat, bertahan, masih tumbuh 4,5%, yang lain berdarah semua masuk investasi dan portofolio di komoditas, cepat revovery," pungkas Destry.
"Persoalan utama dari perkembangan ekonomi fokus ke dua hal, belanja pemerintah dan menopanh daya beli masyarakat," ujarnya di Jakarta, Senin (21/9/2015).
Dia menjelaskan, persoalan yang pertama mendorong daya beli, sehingga meningkatkan permintaan. Pasalnya, penurunan konsumsi masyarakat menjadi faktor perlambatan ekonomi Tanah Air.
Sebagai perbandingan, lanjut Andri, dari 2008 ke 2009, rebound pertumbuhan ekonomi bisa lebih cepat didorong tingginya konsumsi. Sedangkan tahun ini dinilainya sulit bangkit.
Dalam kesempatan yang sama, Ekonom Destry Damayanti menilai bahwa beralihnya investasi ke sektor komoditas, selain meningkatkan pendapatan masyarakat yang berdampak ke pertumbuhan konsumsi, juga membuat Indonesia lolos dari krisis.
"Saat likuiditas sektor keuangan global kena, global taruh invetasi di komoditas terutama Indonesia sebagai best country, meningkatkan income masyarakat," jelasnya.
Dia menyampaikan, pada saat negara lain sudah berdarah-darah tertimpa krisis global, Indonesia masih bisa mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif.
"Kita kuat, bertahan, masih tumbuh 4,5%, yang lain berdarah semua masuk investasi dan portofolio di komoditas, cepat revovery," pungkas Destry.
(izz)
Lihat Juga :