IHSG Ditutup Lanjutkan Koreksi Tertekan Aksi Jual
Selasa, 22 September 2015 - 16:17 WIB
IHSG Ditutup Lanjutkan Koreksi Tertekan Aksi Jual
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari kedua pekan ini ditutup melanjutkan koreksi ditekan aksi jual asing. IHSG melemah 32,04 poin atau 0,73% ke level 4.244,04.
IHSG pagi tadi dibuka balik arah menguat (rebound) didukung sentimen positif dari Wall Street dan bursa Asia. IHSG naik 4,41 poin atau 0,10% ke level 4.380,62 dan pada akhir sesi I tergelincir ke level 4.354,59.
IHSG kemarin ditutup di zona merah di tengah minimnya transaksi beli. IHSG turun tipis 4,11 poin atau 0,09% ke level 4.376,21. Pelemahan itu di tengah variatifnya bursa Asia. Sementara sore ini, bursa utama Asia mayoritas menguat.
Bursa saham China reli untuk hari kedua pada Selasa, di tengah tanda meningkatkan sentimen investor lebih lanjut, yang dapat membantu pasar secara bertahap untuk stabil setelah koreksi sejak pertengahan Juni.
Dikutip dari Reuters, indeks volatilitas China, yang mengukur tingkat kekhawatiran investor telah turun menjadi 40% dari puncak pada Agustus lalu sebesar 64%.
Tetapi beberapa analis memperingatkan bahwa rebound bisa bersifat sementara karena valuasi saham kecil masih tinggi, dan ekonomi China belum menemukan pijakannya.
Presiden China Xi Jinping mengatakan kepada Wall Street Journal dalam sebuah wawancara bahwa pengembangan pasar modal adalah tujuan utama dari reformasi China, yang tidak akan berubah hanya karena volatilitas pasar saat ini.
Adapun, indeks Shanghai menguat 29,08 poin atau 0,92% ke 3.185,62; indeks Hang Seng terkerek 39,65 poin atau 0,18% ke 21.796,58; sedangkan indeks Strait Times turun 14,78 poin atau 0,54% ke 2.866,39.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,27 triliun dengan 6,15 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp378,76 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,37 triliun dan aksi beli Rp988,55 miliar. Tercatat 98 saham menguat, 184 saham melemah dan 90 saham stagnan.
Sektor saham hari ini mayoritas melemah. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah konsumer yang turun 1,75%, diikuti manufaktur susut 1,11%. Sedangkan yang menguat tertinggi sektor tambang yang naik 0,29%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya di antaranya PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik Rp175 menjadi Rp5.900, PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) naik Rp30 menjadi Rp3.555 dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik Rp75 menjadi Rp5.300.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp675 menjadi Rp27.000, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp775 menjadi Rp42.250 dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) melemah Rp125 menjadi Rp2.725.
Baca:
IHSG Sesi I Ditutup Negatif Terbebani Sektor Konsumer
IHSG Dibuka Menguat Didukung Sentimen Positif
IHSG pagi tadi dibuka balik arah menguat (rebound) didukung sentimen positif dari Wall Street dan bursa Asia. IHSG naik 4,41 poin atau 0,10% ke level 4.380,62 dan pada akhir sesi I tergelincir ke level 4.354,59.
IHSG kemarin ditutup di zona merah di tengah minimnya transaksi beli. IHSG turun tipis 4,11 poin atau 0,09% ke level 4.376,21. Pelemahan itu di tengah variatifnya bursa Asia. Sementara sore ini, bursa utama Asia mayoritas menguat.
Bursa saham China reli untuk hari kedua pada Selasa, di tengah tanda meningkatkan sentimen investor lebih lanjut, yang dapat membantu pasar secara bertahap untuk stabil setelah koreksi sejak pertengahan Juni.
Dikutip dari Reuters, indeks volatilitas China, yang mengukur tingkat kekhawatiran investor telah turun menjadi 40% dari puncak pada Agustus lalu sebesar 64%.
Tetapi beberapa analis memperingatkan bahwa rebound bisa bersifat sementara karena valuasi saham kecil masih tinggi, dan ekonomi China belum menemukan pijakannya.
Presiden China Xi Jinping mengatakan kepada Wall Street Journal dalam sebuah wawancara bahwa pengembangan pasar modal adalah tujuan utama dari reformasi China, yang tidak akan berubah hanya karena volatilitas pasar saat ini.
Adapun, indeks Shanghai menguat 29,08 poin atau 0,92% ke 3.185,62; indeks Hang Seng terkerek 39,65 poin atau 0,18% ke 21.796,58; sedangkan indeks Strait Times turun 14,78 poin atau 0,54% ke 2.866,39.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,27 triliun dengan 6,15 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp378,76 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,37 triliun dan aksi beli Rp988,55 miliar. Tercatat 98 saham menguat, 184 saham melemah dan 90 saham stagnan.
Sektor saham hari ini mayoritas melemah. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah konsumer yang turun 1,75%, diikuti manufaktur susut 1,11%. Sedangkan yang menguat tertinggi sektor tambang yang naik 0,29%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya di antaranya PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik Rp175 menjadi Rp5.900, PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) naik Rp30 menjadi Rp3.555 dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik Rp75 menjadi Rp5.300.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp675 menjadi Rp27.000, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp775 menjadi Rp42.250 dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) melemah Rp125 menjadi Rp2.725.
Baca:
IHSG Sesi I Ditutup Negatif Terbebani Sektor Konsumer
IHSG Dibuka Menguat Didukung Sentimen Positif
(rna)
Lihat Juga :