Rupiah Kian Suram Siang Ini

Rabu, 23 September 2015 - 12:46 WIB
Rupiah Kian Suram Siang...
Rupiah Kian Suram Siang Ini
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan siang hari ini kian suram terimbas sentimen dari China.

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp14.675/USD. Posisi tersebut tambah parah dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp14.551/USD.

Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.635/USD. Posisi itu masih lebih buruk dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp14.559/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.623/USD, terkoreksi 137 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.486/USD.

Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp14.715/USD, dengan kisaran harian Rp14.521-Rp14.753/USD. Posisi ini anjlok dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.592/USD.

Sementara USD masih menguat terhadap sejumlah mata uang dunia, meski bukan terhadap yen. Yen menguat dan dolar Australia jatuh setelah aktivitas manufaktur China jatuh ke level terendah sejak 6,5 tahun, mengaburkan prospek pertumbuhan ekonomi global.

Data suram aktivitas manufaktur China memperkuat kekhawatiran perlambatan tajam perekonomian terbesar kedua di dunia dan mendorong penjualan mata uang komoditas, sementara memberikan dorongan untuk safe haven yen. (Baca: Indeks Manufaktur China Jatuh ke Level Terendah 6,5 Tahun)

Dikutip dari Reuters, dolar Australia yang dipandang sebagai proxy lunak untuk China turun 0,9% menjadi 0,7026/USD, menjauh dari level tertinggi empat pekan di 0,7280/USD pada Jumat.

Terhadap yen, Aussie merosot 1,2% menjadi 84,14. Yen juga menguat terhadap USD sebesar 0,3% menjadi 119,79. Terhadap enam mata uang utama, USD berada di 96,263. Sebelumnya, indeks USD telah menguat ke 96,484, level terkuat sejak 4 September 2015.

Euro naik 0,2% menjadi 1,1137/USD, naik dari level rendah 1,1105/USD pada Rabu, level terendah sejak 4 September 2015. Euro turun sekitar 1,4% sepanjang pekan ini, setelah komentar terbaru dari pejabat Bank Sentral Eropa didukung pandangan bahwa ECB bisa menambah stimulus moneter.

Baca:

USD Makin Perkasa, Rupiah Dibuka Terjengkang

Rupiah Diperkirakan Bakal Kembali Tertekan
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
1 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
2 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
3 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
3 jam yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
4 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved