Rupiah Berakhir Babak Belur Jelang Libur

Rabu, 23 September 2015 - 16:58 WIB
Rupiah Berakhir Babak...
Rupiah Berakhir Babak Belur Jelang Libur
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan menjelang libur Idul Adha berakhir babak belur.

Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.662/USD. Posisi itu lebih buruk 103 poin dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp14.559/USD.

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp14.647/USD. Posisi tersebut tambah parah 96 poin dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp14.551/USD.

Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp14.640/USD, dengan kisaran harian Rp14.459-Rp14.753/USD. Posisi ini anjlok 48 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.592/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.623/USD, terkoreksi 137 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.486/USD.

Sementara dolar Australia dan Selandia Baru tenggelam pada Rabu setelah indeks manufaktur China berdasarkan survei swasta jatuh pada September.

Euro mendatar setelah survei indeks manajer pembelian Prancis dan Jerman masing-masing sedikit lebih baik dan sedikit lebih buruk dari yang diharapkan, menjelang penampilan Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi di Parlemen Eropa sore ini.

Euro, yen dan USD telah berjuang untuk di tengah sentimen China yang mempengaruhi volatilitas di pasar ekuitas, di mana survei lain yang lemah dari manajer pembelian pada hari Rabu menjadi pukulan terbaru.

Sebagian besar aksi di pasar valuta asing dipicu mata uang komoditas, seperti dolar Australi, dolar Selandia Baru dan dolar Kanada, yang paling sensitif terhadap kekhawatiran atas permintaan China untuk komoditas dan pertumbuhan global.

"Masih fokus pada peningkatan kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan di sejumlah negara berkembang, terutama China. Dalam mata uang G10, dolar Aussie dan Selandia Baru adalah proxy untuk itu," kata analis Bank of Tokyo Mitsubishi-UFJ Lee Hardman, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (23/9/2015).

Dolar Australia, yang dipandang sebagai proxy lunak untuk China turun 0,7% menjadi 0,703/USD, menjauh dari level tertinggi empat pekan di 0,7280 pada Jumat. Euro naik 0,3% terhadap USD di perdagangan pagi, tetapi dengan sore ini mendatar ke 1,1123. Sementara yen juga datar terhadap USD pada 120,21.

Baca:

Rupiah Kian Suram Siang Ini

USD Makin Perkasa, Rupiah Dibuka Terjengkang

(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
34 menit yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
1 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
1 jam yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
3 jam yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
4 jam yang lalu
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
14 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved