Citilink Siap Datangkan 8 Pesawat Airbus Tahun Depan
Jum'at, 25 September 2015 - 12:27 WIB
Citilink Siap Datangkan 8 Pesawat Airbus Tahun Depan
A
A
A
JAKARTA - PT Citilink Indonesia kembali berencana mendatangkan pesawat baru lagi untuk kegiatan operasionalnya. Tak tanggung-tanggung, delapan pesawat Airbus jenis A-320 siap didatangkan tahun depan.
Direktur Utama Citilink Albert Burhan menjelaskan, hingga saat ini perseroan telah memiliki 36 pesawat Airbus A-320. Satu pesawat Airbus yang terakhir didatangkan maskapai berbiaya murah tersebut tahun ini dua hari lalu.
"Dua hari yang lalu baru datang satu pesawat lagi. Jadi itu yang ke-36 pesawat Airbus. Tahun depan masuk lagi delapan. Airbus A-320 semua," katanya di JCC, Jakarta, Jumat (25/9/2015).
Dia mengatakan, delapan pesawat tersebut rencananya akan mulai didatangkan pada Februari 2016 secara bergilir. Adapun investasi untuk satu pesawat tersebut sekitar USD45 juta yang berasal dari pinjaman.
"Kalau satu pesawat harganya sekitar USD45 juta. Kalau kita dananya dari pinjaman sedikit. Pinjaman tahun ini sudah minjam USD45 juta," imbuh Albert.
Rencananya, delapan pesawat prestisius tersebut bakal melayani rute di Indonesia Timur, serta beberapa tambahan frekuensi untuk Indonesia Barat. Perseroan saat ini tengah memiliki rencana menjajah wilayah Indonesia Timur, seperti Papua dan Manado.
"Kayak tadi saya bilang, nambah frekuensi di wilayah bagian barat, Surabaya dan Medan. Sama mulai masuk ke Timur. Rencananya mau ke Papua, Manado," imbuhnya.
Kendati saat ini nilai tukar rupiah terhadap USD terus melorot, namun perseroan tak memiliki rencana untuk mengubah rencana pengadaan pesawat baru tersebut. "Enggak kok (perubahan rencana pengadaan pesawat). Kita masih sesuai rencana," pungkas dia.
Direktur Utama Citilink Albert Burhan menjelaskan, hingga saat ini perseroan telah memiliki 36 pesawat Airbus A-320. Satu pesawat Airbus yang terakhir didatangkan maskapai berbiaya murah tersebut tahun ini dua hari lalu.
"Dua hari yang lalu baru datang satu pesawat lagi. Jadi itu yang ke-36 pesawat Airbus. Tahun depan masuk lagi delapan. Airbus A-320 semua," katanya di JCC, Jakarta, Jumat (25/9/2015).
Dia mengatakan, delapan pesawat tersebut rencananya akan mulai didatangkan pada Februari 2016 secara bergilir. Adapun investasi untuk satu pesawat tersebut sekitar USD45 juta yang berasal dari pinjaman.
"Kalau satu pesawat harganya sekitar USD45 juta. Kalau kita dananya dari pinjaman sedikit. Pinjaman tahun ini sudah minjam USD45 juta," imbuh Albert.
Rencananya, delapan pesawat prestisius tersebut bakal melayani rute di Indonesia Timur, serta beberapa tambahan frekuensi untuk Indonesia Barat. Perseroan saat ini tengah memiliki rencana menjajah wilayah Indonesia Timur, seperti Papua dan Manado.
"Kayak tadi saya bilang, nambah frekuensi di wilayah bagian barat, Surabaya dan Medan. Sama mulai masuk ke Timur. Rencananya mau ke Papua, Manado," imbuhnya.
Kendati saat ini nilai tukar rupiah terhadap USD terus melorot, namun perseroan tak memiliki rencana untuk mengubah rencana pengadaan pesawat baru tersebut. "Enggak kok (perubahan rencana pengadaan pesawat). Kita masih sesuai rencana," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :