Rupiah Diproyeksi Masih Sulit Temukan Momentum Penguatan
Senin, 28 September 2015 - 08:40 WIB
Rupiah Diproyeksi Masih Sulit Temukan Momentum Penguatan
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini diroyeksi masih sulit menemukan momentum penguatannya selama tidak ada sentimen atau berita positif.
"Rupiah masih harus ekstra keras dalam menemukan momentumnya. Selama tidak ada sentimen positif maupun berita-berita positif maka laju rupiah pun akan sulit menemukan momentum penguatannya," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (28/9/2015).
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp14.680-Rp14.725/USD.
Sementara posisi rupiah akhir pekan lalu berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.690/USD, terkoreksi 67 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.623/USD.
Maraknya berita negatif masih mewarnai laju rupiah akhir pekan lalu. Meski laju rupiah sudah berada di area support-nya, namun laju rupiah masih lebih menyukai testing support dibandingkan technical rebound.
"Apalagi juga ketika kami sampaikan rupiah sudah sangat terlalu undervalue juga tampaknya tidak terlalu dihiraukan, di mana rupiah lebih menyukai berada di teritori negatif," ujarnya.
Kenyataan pahit yang dihadapi, yakni meski Bank Indonesia mencoba mengintervensi dengan menggelontorkan cadangan devisa hingga Rp65,9 triliun dalam dua bulan terakhir, nilai tukar rupiah masih terus merosot.
Pidato Ketua The Fed Yellen juga tidak cukup kuat menahan pelemahan laju rupiah. Padahal telah jelas bahwa Yellen mempertimbangkan kenaikan suku bunga di akhir tahun ini bukan dalam waktu dekat.
"Rupiah masih harus ekstra keras dalam menemukan momentumnya. Selama tidak ada sentimen positif maupun berita-berita positif maka laju rupiah pun akan sulit menemukan momentum penguatannya," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (28/9/2015).
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp14.680-Rp14.725/USD.
Sementara posisi rupiah akhir pekan lalu berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.690/USD, terkoreksi 67 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.623/USD.
Maraknya berita negatif masih mewarnai laju rupiah akhir pekan lalu. Meski laju rupiah sudah berada di area support-nya, namun laju rupiah masih lebih menyukai testing support dibandingkan technical rebound.
"Apalagi juga ketika kami sampaikan rupiah sudah sangat terlalu undervalue juga tampaknya tidak terlalu dihiraukan, di mana rupiah lebih menyukai berada di teritori negatif," ujarnya.
Kenyataan pahit yang dihadapi, yakni meski Bank Indonesia mencoba mengintervensi dengan menggelontorkan cadangan devisa hingga Rp65,9 triliun dalam dua bulan terakhir, nilai tukar rupiah masih terus merosot.
Pidato Ketua The Fed Yellen juga tidak cukup kuat menahan pelemahan laju rupiah. Padahal telah jelas bahwa Yellen mempertimbangkan kenaikan suku bunga di akhir tahun ini bukan dalam waktu dekat.
(rna)