Makin Jeblok, Rupiah Dibuka Tembus Rp14.750/USD
Senin, 28 September 2015 - 10:11 WIB
Makin Jeblok, Rupiah Dibuka Tembus Rp14.750/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka jeblok tembus Rp14.750/USD, meski mata uang negara Paman Sam itu pada awal pagi ini di Asia tergerus terhadap sejumlah mata uang lainnya.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.768/USD. Posisi itu lebih buruk 30 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.738/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp14.665/USD dan pada pukul 10.00 WIB di Rp14.757/USD. Posisi tersebut lebih parah dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp14.693/USD.
Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp14.750/USD. Posisi ini anjlok 57 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.693/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.690/USD, terkoreksi 67 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.690/USD.
Sementara mata uang utama dunia tergerus pada Senin setelah akhir pekan relatif lancar dengan USD menunjukkan potensi keuntungan jika data yang akan datang memperkuat sentimen untuk kenaikan suku bunga AS tahun ini.
Dikutip dari Reuters, USD naik ke level tertinggi dalam lebih dari sebulan pada Jumat lalu, tetapi sejak itu telah mengonsolidasikan. Indeks USD terakhir di 96,221, dari rekor Jumat pada 96,700.
USD terhadap yen berada di 120,49, setelah sebelumnya pada 121,24. Euro kembali mendekati level 1,1200/USD, pulih dari koreksi di 1,1116/USD.
Pada awal bulan ini, Federal Reserve (The Fed) menunda kenaikan suku AS, sehingga memicu volatilitas di pasar global. Sejak itu, sejumlah pejabat Fed, termasuk Gubernur The Fed Janet Yellen meyakinkan pasar bahwa bank sentral masih di jalur untuk menormalkan kebijakan tahun ini.
Presiden Fed Kansas City Esther George pada Jumat mempercayai bahwa The Fed harus menaikkan suku bunga segera, sehingga bisa menaikkan suku bunga secara bertahap. Sementara dolar Australia diperdagangkan pada 0,7021/USD, setelah melayang dari level rendah 0,6938/USD.
Baca:
Rupiah Diproyeksi Masih Sulit Temukan Momentum Penguatan
Rupiah Menuju Penurunan Mingguan Tertajam Sejak 2013
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.768/USD. Posisi itu lebih buruk 30 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.738/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp14.665/USD dan pada pukul 10.00 WIB di Rp14.757/USD. Posisi tersebut lebih parah dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp14.693/USD.
Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp14.750/USD. Posisi ini anjlok 57 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.693/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.690/USD, terkoreksi 67 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.690/USD.
Sementara mata uang utama dunia tergerus pada Senin setelah akhir pekan relatif lancar dengan USD menunjukkan potensi keuntungan jika data yang akan datang memperkuat sentimen untuk kenaikan suku bunga AS tahun ini.
Dikutip dari Reuters, USD naik ke level tertinggi dalam lebih dari sebulan pada Jumat lalu, tetapi sejak itu telah mengonsolidasikan. Indeks USD terakhir di 96,221, dari rekor Jumat pada 96,700.
USD terhadap yen berada di 120,49, setelah sebelumnya pada 121,24. Euro kembali mendekati level 1,1200/USD, pulih dari koreksi di 1,1116/USD.
Pada awal bulan ini, Federal Reserve (The Fed) menunda kenaikan suku AS, sehingga memicu volatilitas di pasar global. Sejak itu, sejumlah pejabat Fed, termasuk Gubernur The Fed Janet Yellen meyakinkan pasar bahwa bank sentral masih di jalur untuk menormalkan kebijakan tahun ini.
Presiden Fed Kansas City Esther George pada Jumat mempercayai bahwa The Fed harus menaikkan suku bunga segera, sehingga bisa menaikkan suku bunga secara bertahap. Sementara dolar Australia diperdagangkan pada 0,7021/USD, setelah melayang dari level rendah 0,6938/USD.
Baca:
Rupiah Diproyeksi Masih Sulit Temukan Momentum Penguatan
Rupiah Menuju Penurunan Mingguan Tertajam Sejak 2013
(rna)