Rupiah Siang Ini Masih Terbius Kekuatan USD
Senin, 28 September 2015 - 12:58 WIB
Rupiah Siang Ini Masih Terbius Kekuatan USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan siang hari ini masih terbius kekuatan dolar Amerika Serikat (USD), meski pelemahan siang ini sedikit tertahan.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas siang ini berada pada level Rp14.753/USD dibanding awal perdagangan di Rp14.768/USD. Posisi itu masih lebih buruk dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.738/USD.
Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp14.745/USD, menguat sedikit dari awal perdagangan di Rp14.750/USD, dengan kisaran harian Rp14.533-Rp14.807/USD. Namun posisi itu masih anjlok dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.693/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp14.728/USD. Posisi tersebut makin parah dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp14.693/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.690/USD, terkoreksi 67 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.690/USD.
Riset dan analis Divisi Treasuri BNI Trian Fatria mengatakan, menguatnya USD di pasar global pada akhir pekan lalu membebani pergerakan rupiah di dalam negeri.
"Namun, Bank Indonesia dipastikan hadir di market untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang undervalue, dengan melakukan intervensi, sehingga diperkirakan dapat meredam pelemahan rupiah lebih dalam," kata dia, Senin (29/9/2015).
Dia menjelaskan, rupiah selama bulan ini telah terdepresiasi sebanyak 4% atau menjadi kedua terbawah di Asia setelah ringgit Malaysia. Pelemahan mata uang domestik tersebut dipengaruhi faktor global terkait spekulasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) dan melambatnya ekonomi China.
"Kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi tersebut berdampak terhadap capital outflows dari bursa saham domestik maupun obligasi meningkat, sehingga membebani rupiah," tutur dia.
Baca:
Makin Jeblok, Rupiah Dibuka Tembus Rp14.750/USD
Rupiah Ambles, BEI Pangkas Lagi Target Emiten Baru Jadi 22
Rupiah Menuju Penurunan Mingguan Tertajam Sejak 2013
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas siang ini berada pada level Rp14.753/USD dibanding awal perdagangan di Rp14.768/USD. Posisi itu masih lebih buruk dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.738/USD.
Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp14.745/USD, menguat sedikit dari awal perdagangan di Rp14.750/USD, dengan kisaran harian Rp14.533-Rp14.807/USD. Namun posisi itu masih anjlok dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.693/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp14.728/USD. Posisi tersebut makin parah dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp14.693/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.690/USD, terkoreksi 67 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.690/USD.
Riset dan analis Divisi Treasuri BNI Trian Fatria mengatakan, menguatnya USD di pasar global pada akhir pekan lalu membebani pergerakan rupiah di dalam negeri.
"Namun, Bank Indonesia dipastikan hadir di market untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang undervalue, dengan melakukan intervensi, sehingga diperkirakan dapat meredam pelemahan rupiah lebih dalam," kata dia, Senin (29/9/2015).
Dia menjelaskan, rupiah selama bulan ini telah terdepresiasi sebanyak 4% atau menjadi kedua terbawah di Asia setelah ringgit Malaysia. Pelemahan mata uang domestik tersebut dipengaruhi faktor global terkait spekulasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) dan melambatnya ekonomi China.
"Kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi tersebut berdampak terhadap capital outflows dari bursa saham domestik maupun obligasi meningkat, sehingga membebani rupiah," tutur dia.
Baca:
Makin Jeblok, Rupiah Dibuka Tembus Rp14.750/USD
Rupiah Ambles, BEI Pangkas Lagi Target Emiten Baru Jadi 22
Rupiah Menuju Penurunan Mingguan Tertajam Sejak 2013
(rna)