Jokowi Kesal Menterinya Tak Punya Terobosan Investasi

Selasa, 29 September 2015 - 16:32 WIB
Jokowi Kesal Menterinya...
Jokowi Kesal Menterinya Tak Punya Terobosan Investasi
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan kekesalannya lantaran tidak ada perubahan dalam kemudahan investasi di dalam negeri yang dilakukan menteri terkait. Kemudahan investasi di Indonesia masih jauh terbelakang dibanding negara ASEAN lainnya.

Kekesalan tersebut dia luapkan saat menggelar rapat kabinet terbatas (ratas) soal investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) di Istana Negara, Jakarta hari ini.

Jokowi menegaskan, jika para menterinya tidak memiliki terobosan untuk menyelesaikan kendala investasi maka lebih baik dilupakan.

‎"Kalau tidak punya keberanian melakukan terobosan (investasi) itu juga lupakan, karena memang kita ini sangat ruwet sekali," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/9/2015).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyebutkan, saat ini Indonesia masih peringkat ke-6 dalam kemudahan berinvestasi di antara negara anggota ASEAN. Prosedur investasi yang harus dilalui investor di Tanah Air pun terlalu banyak ketimbang Singapura ataupun Malaysia.

"‎Prosedur yang harus dilalui untuk memulai sebuah usaha di Indonesia masih 10 prosedur, Singapura dan Malaysia hanya tiga prosedur. Berarti 70% harus hilang," tegas dia.

Jokowi mengaku malu lantaran untuk memulai usaha di Indonesia harus melalui proses panjang hingga 52,5 hari. Padahal di Malaysia hanya 5,5 hari, dan di Singapura hanya sekitar 2,5 hari. Sebab itu, pengusaha mebel ini menegaskan bahwa persoalan ini perlu langkah konkret yang dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat dan dunia usaha.

"Semua harus betul-betul segera mengumpulkan hal yang berkaitan dengan peraturan, perizinan, persyaratan, semuanya kumpulkan," kata Jokowi.

Dia mengaku sudah menyampaikan kepada para menteri di bawahnya bahwa pimpinan kementerian harus memiliki kekuatan untuk mengendalikan bawahannya. Jangan justru para menteri terbawa arus oleh para eselon di bawah kementeriannya.

"‎Saya kira sudah saya sampaikan, kalau dari pimpinan-pimpinan di kementerian tidak kuat mengendalikan di bawahnya, di eselon satu atau eselon duanya. Apalagi terbawa arus yang ada di bawahnya, sudah lupakan mengenai ini. Lupakan," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Ekonomi RI 2024 Ditargetkan...
Ekonomi RI 2024 Ditargetkan Tumbuh 5,7%, Butuh Investasi Rp1.650 Triliun
Investasi Kunci Bangkitnya...
Investasi Kunci Bangkitnya Ekonomi RI di 2021
Berat! RI Butuh Investasi...
Berat! RI Butuh Investasi Rp5.912 Triliun Agar Ekonomi Tumbuh 5,5%
Ekonomi Tumbuh, Wapres...
Ekonomi Tumbuh, Wapres Ingatkan Investasi Harus Bisa Tampung Tenaga Kerja
Investasi dan Ekspor...
Investasi dan Ekspor Kunci Ekonomi RI, Jokowi Minta Ini ke Bupati
Berita Terkini
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
1 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
2 jam yang lalu
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
2 jam yang lalu
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
4 jam yang lalu
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
5 jam yang lalu
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
6 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved