Yen Perkasa Atas USD, Rupiah Berakhir Menyerah
Selasa, 29 September 2015 - 17:04 WIB
Yen Perkasa Atas USD, Rupiah Berakhir Menyerah
A
A
A
JAKARTA - Rupiah pada perdagangan hari ini berakhir menyerah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), di tengah posisi USD yang lebih rendah dari mata uang utama lainnya, terutama yen dan franc Swiss.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.723/USD. Posisi itu melemah 49 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.686/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp14.691/USD. Posisi tersebut terdepresiasi 17 poin dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp14.674/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.728/USD, terkoreksi 38 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.690/USD.
Sementara data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp14.690/USD, dengan kisaran harian Rp14.580-Rp14.770/USD. Posisi itu membaik 55 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.745/USD.
Adapun yen dan franc Swiss memimpin penguatan pada hari ini karena risk aversion menyapu pasar global, mendukung arus ke mata uang tradisional diburu pada masa ketidakpastian keuangan.
Dikutip dari Reuters, mata uang terkait komoditas yang terpukul, dengan dolar Australia berada di dekat posisi terendah 6,5 tahun terakhir, terluka oleh jatuhnya harga logam dasar dan minyak. Krona Norwegia dan dolar Kanada juga berjuang.
Saham pertambangan dan raksasa perdagangan Glencore sedikit pulih di awal perdagangan Eropa setelah penurunan 30% pada Senin. (Baca: Saham Glencore Rebound Setelah Merosot Hampir 30%)
Sementara pengirim Jepang mengajukan kebangkrutan, tanda-tanda terbaru kejatuhan harga energi dan bahan baku yang memicu krisis sektor tersebut meluas dan memaksa investor untuk mengurangi posisi leverage di aset berisiko.
Kekhawatiran mendalam tentang kesehatan ekonomi global, penurunan tajam pasar saham dan pernyataan variatf dari pejabat Federal Reserve menyebabkan penurunan imbal hasil AS, dan menyeret USD lebih rendah terhadap sejumlah mata uang utama.
Yen terhadap USD lebih tinggi 0,4% menjadi 119,43, sementara franc Swiss naik 0,4% menjadi 0,9699. Euro tergelincir terhadap yen dan franc tetapi mengungguli USD, naik 0,2% pada hari ini pada 1,1260/USD.
Baca:
Koreksi Rupiah Mereda Siang Ini Jelang Rilis Paket Ekonomi
Yen Menguat terhadap USD, Rupiah Dibuka Tertekan
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.723/USD. Posisi itu melemah 49 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.686/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp14.691/USD. Posisi tersebut terdepresiasi 17 poin dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp14.674/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.728/USD, terkoreksi 38 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.690/USD.
Sementara data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp14.690/USD, dengan kisaran harian Rp14.580-Rp14.770/USD. Posisi itu membaik 55 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.745/USD.
Adapun yen dan franc Swiss memimpin penguatan pada hari ini karena risk aversion menyapu pasar global, mendukung arus ke mata uang tradisional diburu pada masa ketidakpastian keuangan.
Dikutip dari Reuters, mata uang terkait komoditas yang terpukul, dengan dolar Australia berada di dekat posisi terendah 6,5 tahun terakhir, terluka oleh jatuhnya harga logam dasar dan minyak. Krona Norwegia dan dolar Kanada juga berjuang.
Saham pertambangan dan raksasa perdagangan Glencore sedikit pulih di awal perdagangan Eropa setelah penurunan 30% pada Senin. (Baca: Saham Glencore Rebound Setelah Merosot Hampir 30%)
Sementara pengirim Jepang mengajukan kebangkrutan, tanda-tanda terbaru kejatuhan harga energi dan bahan baku yang memicu krisis sektor tersebut meluas dan memaksa investor untuk mengurangi posisi leverage di aset berisiko.
Kekhawatiran mendalam tentang kesehatan ekonomi global, penurunan tajam pasar saham dan pernyataan variatf dari pejabat Federal Reserve menyebabkan penurunan imbal hasil AS, dan menyeret USD lebih rendah terhadap sejumlah mata uang utama.
Yen terhadap USD lebih tinggi 0,4% menjadi 119,43, sementara franc Swiss naik 0,4% menjadi 0,9699. Euro tergelincir terhadap yen dan franc tetapi mengungguli USD, naik 0,2% pada hari ini pada 1,1260/USD.
Baca:
Koreksi Rupiah Mereda Siang Ini Jelang Rilis Paket Ekonomi
Yen Menguat terhadap USD, Rupiah Dibuka Tertekan
(rna)