DPR Khawatir Utang China Peluang Asing Kuasai Bank BUMN

Rabu, 30 September 2015 - 02:24 WIB
DPR Khawatir Utang China...
DPR Khawatir Utang China Peluang Asing Kuasai Bank BUMN
A A A
JAKARTA - Komisi VI DPR RI khawatir pinjaman yang diberikan Bank Pembangunan China (China Development Bank/CBD) kepada tiga bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi peluang bagi mereka menguasai tiga bank pelat merah tersebut.

"Karena publik menilai ini menjadi salah satu skenario untuk memprivatisasi tiga bank yang saya nilai sangat sehat dan tidak perlu melakukan pinjaman luar negeri," ujar Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Iskandar D Syaichu, Selasa (29/9/2015).

Dia mengungkapkan, di luar banyak sekali spekulasi bahwa utang luar negeri muncul sebagai privatisasi empat bank BUMN yang sebenarnya sangat sehat. (Baca: Tiga Bank BUMN Dapat Utang dari Bank Pembangunan China)

"Apa jaminan agar utang BUMN tiga bank ini tidak dijadikan instrumen tukar guling saham China di perbankan Indonesia?" tanyanya.

"Kita komitmen tidak akan kita gadaikan negeri ini. Tidak ada tekanan sama sekali. Justru harus kita pandang sebagai kepercayaan dunia pada Indonesia yang mau memberikan pinjaman di tengah kondisi yang tidak baik. Tidak ada yang kita jaminkan termasuk saham," paparnya.

Menurutnya, dana PMN sangat dibutuhkan untuk BUMN Indonesia termasuk untuk pembiayaan infrastruktur. Nantinya, dana itu akan masuk sebagai ekuitas BUMN tersebut.

"Dan BUMN tersebut akan meminjam pada perbankan. Komposisinya 30% (dana BUMN itu)/70% (pinjaman perbankan)," imbuhnya. (Baca: Ini Penggunaan Pinjaman BNI dari Bank Pembangunan China)

Sebab itu, dalam RPJMN pendanaan infraatuktur sangat luar biasa. Sehingga, penguatan pnjaman ini dipakai untuk penguatan perbankan Indonesia dalam jangka panjang. "Jadi sangat match dengan project infrastuktur yang ada. Oleh karena itu Kementrian BUMN setuju kalau pinjaman ini jangka panjang dengan rate yang sangat rendah," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hati-Hati, Nasabah Perbankan...
Hati-Hati, Nasabah Perbankan Rentan jadi Korban Kejahatan Social Engineering
Pertemuan Tahunan Perbankan...
Pertemuan Tahunan Perbankan Syariah 2024
Dana Nasabah Raib, Sistem...
Dana Nasabah Raib, Sistem Keamanan Perbankan Dipertanyakan
Lewat Media Dongeng...
Lewat Media Dongeng Perbankan, JMI Berikan Donasi Pendidikan Masyarakat Pesisir di SDN Tanjung Burung Kabupaten Banten
Bagaimana Kinerja Perbankan...
Bagaimana Kinerja Perbankan Dua Kuartal ke Depan?, Nih Hitung-hitungannya
Cermat Dalam Memilih...
Cermat Dalam Memilih Aplikasi Perbankan
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
19 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
57 menit yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
1 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
2 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
Amerika Serikat dan...
Amerika Serikat dan China Berebut Kuasai Kutub Selatan Bulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved