Rupiah Dibuka Terluka oleh Penguatan USD

Jum'at, 02 Oktober 2015 - 10:07 WIB
Rupiah Dibuka Terluka...
Rupiah Dibuka Terluka oleh Penguatan USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari terakhir pekan ini dibuka terluka oleh penguatan dolar Amerika Serikat (USD) jelang rilis data tenaga kerja AS.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.709/USD, melemah 55 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp14.654/USD.

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp14.700/USD dan pada pukul 10.00 WIB di level Rp14.723. Posisi tersebut terdepresiasi dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp14.691/USD.

Sementara posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.723/USD. Posisi itu menguat 92 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.815/USD.

Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp14.715/USD. Posisi itu membaik 17 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp14.732/USD. (Baca: Laju Rupiah Diperkirakan Dibayangi Aksi Jual)

Adapun USD diperdagangkan menguat terhadap yen dan euro pada Jumat karena investor waspada menjelang data tenaga kerja Amerika Serikat (AS), yang bisa meningkatkan atau mengurangi kemungkinan Federal Reserve menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun ini.

Meski ekonomi di China melambat, namun ekonomi dan pasar tenaga kerja AS tlebih solid, menjaga prospek pada naiknya suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada tahun ini setelah memilih untuk tidak melakukannya pada September lalu.

USD terhadap yen stabil di 119,84, terbatas di kisaran ketat 120,60-119,245 sepanjang pekan ini. Euro mendatar terhadap USD 1,1191 setelah melayang turun dari rekor pekan ini di USD1,1282 pada Selasa.

"Gubernur Fed Yellen menyebut bahwa kondisi tenaga kerja membaik dan mengisyaratkan bahwa perkembangan di luar negeri, terutama di China dan suku bunga menjadi perhatian," kata Kepala Valuta Asing di Barclays Shinichiro Kadota di Tokyo, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (2/10/2015).

Dolar Kanada melayang dekat level tertinggi dua pekan semalam berkat melonjaknya harga minyak mentah, komoditas ekspor utama bagi Kanada. Dolar kanada terhadap USD berada di 1,3242 setelah mencapai level tertinggi dua pekan di 1,3219.

Dolar Australia hampir datar terahdap USD di 0,7036 dari hari sebelumnya di 0,7085 setelah rilis aktivitas manufaktur China tidak seburuk yang dikhawatirkan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
53 menit yang lalu
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
55 menit yang lalu
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
1 jam yang lalu
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
11 jam yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
12 jam yang lalu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
12 jam yang lalu
Infografis
Kaya Emas, Pulau Ini...
Kaya Emas, Pulau Ini Berpotensi Diambil Alih oleh Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved