Bank Dunia Akui Sulit Prediksi Kekuatan Rupiah

Senin, 05 Oktober 2015 - 15:28 WIB
Bank Dunia Akui Sulit...
Bank Dunia Akui Sulit Prediksi Kekuatan Rupiah
A A A
JAKARTA - Bank Dunia (World Bank) mengaku kesulitan untuk memprediksi kekuatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) bisa bertahan berapa lama. Pasalnya, hampir semua mata uang di dunia saat ini melemah terhadap USD.

Kepala Ekonom World Bank untuk Indonesia, Ndiame Diop mengatakan, penguatan mata uang Garuda bisa terjadi jika didukung kebijakan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan dan stabilisasi ekonomi.

"Kita sulit prediksi berapa lama rupiah akan menguat. Sulit untuk memastikan," kata Diop di Jakarta, Senin (5/10/2015).

Dia menuturkan, hampir semua mata uang seluruh dunia melemah terhadap USD. Mata uang Negara Paman Sam tersebut secara umum telah menguat sejak 2014 dan memperpanjang relinya hingga saat ini. (Baca: Rupiah Diprediksi Bergejolak Jelang Rapat The Fed)

"Yang penting untuk saat ini, bagaimana dapat melakukan stabilisasi ekonomi dan kebijakan yang mendorong pertumbuhan," jelasnya.

Saat ini, Diop menyatakan, Bank Indonesia (BI) sudah melakukan tugas dengan baik untuk menjaga permintaan dan persediaan valuta asing (valas) melalui kebijakan yang mendorong transaksi forward jual valas.

"Yang sudah BI lakukan, intervensi ini dapat menolong rurpiah, sehingga forward market akan meningkat, itu bagus kok," kata Diop.

Baca:

Rupiah Dibuka Berjaya Pascarilis Data Pekerjaan AS

Kesalahan BI Ini Dianggap Buat Rupiah Terjun Bebas
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Utang dari Bank Dunia...
Utang dari Bank Dunia Diprediksi Bakal Bikin Rupiah Letoi
Uang Rupiah Tahun 1995...
Uang Rupiah Tahun 1995 Ditarik Bank Indonesia dari Peredaran
Rupiah Menguat, Begini...
Rupiah Menguat, Begini Ramalan Bank Dunia Soal Ekonomi RI ke Depan
Dolar AS Dekati Rp17.000,...
Dolar AS Dekati Rp17.000, BI Beberkan Penyebab Rupiah Tersungkur
Rupiah Hari Ini Kembali...
Rupiah Hari Ini Kembali Melemah, Ditutup Tembus Level Psikologis Rp15.056
Berita Terkini
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
5 menit yang lalu
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
9 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
9 jam yang lalu
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
11 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
11 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
12 jam yang lalu
Infografis
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved