Tuduh Jokowi Cari Popularitas, Ini Tanggapan Istana

Selasa, 06 Oktober 2015 - 01:01 WIB
Tuduh Jokowi Cari Popularitas,...
Tuduh Jokowi Cari Popularitas, Ini Tanggapan Istana
A A A
JAKARTA - Lingkaran istana angkat bicara soal komentar Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo yang menyebut keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) mencari popularitas. Melalui Sekretaris Kabinet Pramono Anung, istana menegaskan saat ini bukan waktunya Jokowi mencari popularitas dan pencitraan.

Menurutnya, kondisi perekonomian Indonesia yang saat ini mengalami perlambatan membutuhkan kerja nyata dan kerja keras. Sehingga, pernyataan Agus Marto yang mengatakan bahwa Jokowi jangan mencari popularitas terkait penurunan harga BBM dinilai tidak tepat. (Baca: Agus Marto Ingatkan Jokowi Jangan Cari Popularitas)

"Sudah tidak ada waktunya lagi untuk cari popularitas dan juga pencitraan. Ini perlu kerja nyata, kerja keras. Dan, presiden sudah mengambil posisi sebagai kepala negara kepala pemerintahan, beliau mengambil risiko itu," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/10/2015).

Terlebih, lanjut Pramono, BI merupakan lembaga independen yang bertanggung jawab terhadap kondisi moneter di Tanah Air. Sementara fiskal menjadi ranah pemerintah, sehingga tidak tepat jika BI turut mengomentari masalah fiskal. (Baca: Jokowi Serahkan Penurunan Harga Premium kepada Pertamina)

Kendati belum mendengar langsung pernyataan Agus Marto, namun Politisi PDI-Perjuangan ini menegaskan bahwa pemerintah dan Jokowi tidak ingin berpolemik mengenai hal tersebut. Sehingga, Jokowi memilih untuk tidak menanggapi pernyataan mantan Bos Bank Mandiri tersebut.

"‎Istana, pemerintah atau Presiden sama sekali tidak ingin menanggapi atau berpolemik terhadap hal itu. Karena apa yang dilakukan pemerintah semata-mata difokuskan untuk betul-betul menyelesaikan persoalan ekonomi," tegasnya.

‎Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur BI Agus Martowardojo mengingatkan agar Presiden Jokowi tidak hanya mencari popularitas atas keinginannya menurunkan harga BBM premium. Pasalnya, saat ini Indonesia kadung memiliki mekanisme penentuan dan evaluasi harga BBM‎ setiap tiga bulan.

Baca juga:

Lho! Jokowi Sangkal Minta Turunkan Harga BBM Premium

Inkonsistensi Pemerintah soal Harga BBM Bikin Pertamina Rugi Besar

DPR Pertanyakan Pertamina Enggan Turunkan Harga BBM
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jokowi Ubah Aturan Distribusi...
Jokowi Ubah Aturan Distribusi dan Harga Jual Eceran BBM, Premium Gimana?
Perubahan Harga BBM...
Perubahan Harga BBM RI dalam 10 Tahun Terakhir, Premium Sempat Rp4.500/Liter
Subsidi Energi Bengkak...
Subsidi Energi Bengkak hingga Rp502 Triliun, Pengamat: Hapus Premium!
Premium dan Pertalite...
Premium dan Pertalite Dihapus, Pemerintah Tetap Harus Subsidi BBM
Varian BBM Terlalu Banyak,...
Varian BBM Terlalu Banyak, Masyarakat Sulit Beralih dari Premium -
Mitos atau Fakta Bensin...
Mitos atau Fakta Bensin Oktan Tinggi Bikin Irit
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
9 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
9 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
9 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
9 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
10 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
10 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved