Terbelenggu Regulasi, Ekonomi RI Susah Bangkit

Selasa, 06 Oktober 2015 - 11:53 WIB
Terbelenggu Regulasi,...
Terbelenggu Regulasi, Ekonomi RI Susah Bangkit
A A A
JAKARTA - Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil mengungkapkan, saat ini Indonesia masih terbelenggu berbagai regulasi berbelit, sehingga ekonomi dalam negeri susah bangkit.

Menurut dia, banyaknya regulasi di Indonesia akan menciptakan biaya (cost) semakin besar. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi tidak bisa didorong lebih cepat.

"Indonesia sedang dirantai berbagai regulasi, akibatnya cost ekonomi mahal, pertumbuhan ekonomi tidak bisa didorong lebh cepat, inisiatif masyarakat terbatas, biaya masyarakat mahal," kata Sofyan dalam acara Peluncuran Buku Strategi Nasional ‎Reformasi Regulasi di kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (6/10/2015).

Mantan Menko bidang Perekonomian ini menyebutkan, periode 15 tahun terahir pemerintah telah menerbitkan 12.471 regulasi. Dari total tersebut paling banyak peraturan yang diterbitkan setingkat menteri, yakni 8.331 regulasi, selanjutnya peraturan pemerintah sebanyak 1.386 regulasi.

Sementara di tingkat daerah, periode 10 tahun terakhir terdapat 3.177 Peraturan Daerah (Perda) tingkat provinsi dan 25,575 perda tingkat kabopaten/kota.‎

Banyaknya peraturan tersebut menyulitkan pengusaha di Tanah Air. ‎"Bahkan saya pernah mendapat laporan dari asosiasi ekspor mereka itu waktunya habis untuk melawan birokrasi, daripada melakukan kegiatan ekspornya ke luar negeri," tutur dia.

Untuk itu, Sofyan mengaku akan mencoba mengusulkan penyederhanaan berbagai peraturan tersebut melalui instansinya. Dia pun akan mengirimkan surat edaran kepada seluruh Kementerian/Lembaga di pemerintahan untuk melakukan self asassement di masing-masing kementeriannya.

"Nanti akan ada tim, tim ini akan meminta semua menteri untuk menilai sendiri (self assesment) mana yang harus dihilangkan. Kalau ada kaitan antara kementerian satu dan lain, baru dirembuk bareng-bareng," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
3 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
3 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
3 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
4 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
5 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved