Rupiah Berkesempatan Pertahankan Tren Kenaikan
Kamis, 08 Oktober 2015 - 08:41 WIB
Rupiah Berkesempatan Pertahankan Tren Kenaikan
A
A
A
JAKARTA - Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini diperkirakan masih akan memiliki kesempatan untuk mempertahankan tren kenaikan lanjutan.
"Kami harapkan sentimen positif masih dapat berlanjut untuk dapat mempertahankan tren kenaikan lanjutan dari rupiah," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (8/10/2015).
Namun dia mengatakan tetap harus dapat menyesuaikan dengan riil lapangan dan mencermati sentimen di pasar. Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.950-Rp14.124/USD.
Sementara posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.065/USD, terapresiasi sebesar 317 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp14.382/USD.
Kemarin, laju rupiah dari kurs tengah Bank Indonesia hampir mendekati kembali level Rp14.000/USD. Sentimen yang sama terutama dari masih berlanjutnya penguatan laju harga komoditas yang dimotori harga minyak mentah dunia menekan indeks USD dan memberikan sentimen positif bagi laju mata uang lainnya termasuk mata uang emerging market yang masih dapat bergerak positif.
Selain itu, masih adanya spekulasi akan lebih baiknya rilis Kebijakan Ekonomi Jilid 3 yang lebih mengedepankan pada pembenahan kondisi makroekonomi yang lebih konkret dan terarah.
"Komentar positif dari pejabat yang mengatakan faktor yang menguatkan rupiah ialah faktor psikologis sebagai dampak dari respon positif akan paket kebijakan tersebut turut menambah aura positif pada laju rupiah," tutur Reza.
Dari eksternal, tetapnya kebijakan moneter Jepang, naiknya harga minyak mentah dunia dan membaiknya laju euro memberikan sentimen positif pada laju rupiah.
Baca:
Melesat 400-an Poin, Rupiah Naik Tertinggi ke-2 di Asia
Rupiah Menguat Tertajam dalam Enam Tahun
"Kami harapkan sentimen positif masih dapat berlanjut untuk dapat mempertahankan tren kenaikan lanjutan dari rupiah," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (8/10/2015).
Namun dia mengatakan tetap harus dapat menyesuaikan dengan riil lapangan dan mencermati sentimen di pasar. Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.950-Rp14.124/USD.
Sementara posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.065/USD, terapresiasi sebesar 317 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp14.382/USD.
Kemarin, laju rupiah dari kurs tengah Bank Indonesia hampir mendekati kembali level Rp14.000/USD. Sentimen yang sama terutama dari masih berlanjutnya penguatan laju harga komoditas yang dimotori harga minyak mentah dunia menekan indeks USD dan memberikan sentimen positif bagi laju mata uang lainnya termasuk mata uang emerging market yang masih dapat bergerak positif.
Selain itu, masih adanya spekulasi akan lebih baiknya rilis Kebijakan Ekonomi Jilid 3 yang lebih mengedepankan pada pembenahan kondisi makroekonomi yang lebih konkret dan terarah.
"Komentar positif dari pejabat yang mengatakan faktor yang menguatkan rupiah ialah faktor psikologis sebagai dampak dari respon positif akan paket kebijakan tersebut turut menambah aura positif pada laju rupiah," tutur Reza.
Dari eksternal, tetapnya kebijakan moneter Jepang, naiknya harga minyak mentah dunia dan membaiknya laju euro memberikan sentimen positif pada laju rupiah.
Baca:
Melesat 400-an Poin, Rupiah Naik Tertinggi ke-2 di Asia
Rupiah Menguat Tertajam dalam Enam Tahun
(rna)