Cadangan Devisa Susut, Rupiah Ditutup Kehabisan Tenaga

Kamis, 08 Oktober 2015 - 16:51 WIB
Cadangan Devisa Susut,...
Cadangan Devisa Susut, Rupiah Ditutup Kehabisan Tenaga
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini berakhir kehabisan tenaga setelah Bank Indonesia merilis cadangan devisa menyusut pada bulan lalu untuk menjaga rupiah dan bayar utang.

Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.950/USD, dengan kisaran harian Rp13.695-Rp14.031/USD. Posisi itu memburuk 187 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.763/USD.

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.887/USD. Posisi tersebut terkoreksi 66 poin dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp13.821/USD.

Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.864/USD. Posisi itu terdepresiasi 66 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.798/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.809/USD, membaik sebesar 256 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp14.065/US.

Riset dan analis Divisi Treasuri BNI Trian Fatria mengatakan bahwa melemahnya rupiah terimbas sentimen dari dalam negeri, yakni menurunnya cadangan devisa. (Baca: Cadangan Devisa RI September Turun untuk Stabilkan Rupiah)

"Menurunnya cadangan devisa Indonesia pada September menjadi USD101,7 miliar dibanding bulan sebelumnya USD105,35 miliar memberi imbas negatif terhadap laju rupiah," ujarnya, Kamis (8/10/2015)

Sementara USD melemah terhadap euro di 1,13 untuk kali pertama dalam sepekan ini pada hari Kamis karena berhati-hati terhadap hasil pertemuan Federal Reserve, yang bisa mengirimkan pada prospek suku bunga dan pertumbuhan.

Kehati-hatian atas risalah pertemuan September juga mendorong USD melemah 0,33% terhadap yen dan 0,7% terhadap franc Swiss, yang fokus pada publikasi oleh Bank Sentral Eropa dan Bank of England.

"Ada sedikit kehati-hatian menjelang pertemuan Fed," kata Kepala Strategi Valuta Asing Eropa di Morgan Stanley Ian Stannard, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (8/10/2015).

Menurut dia, ini menjadi faktor yang memiliki risiko besar bagi pasar dan dapat menyebabkan jeda, tapi setelah itu diperkirakan akan berpotensi untuk bangkit kembali.

"Kami relatif positif pada beberapa mata uang negara berkembang dan terkait komoditas dalam waktu dekat," imbuh dia.

USD melemah 0,2% terhadap yen menjadi 119,78, menjauh dari level tinggi pekan ini di 120,57. Sementara euro naik 0,5% terhadap USD menjadi 1,1290. Terhadap sejumlah mata uang utama, USD diperdagangkan pada 95,461, berada pada kisaran Oktober di 95,218-96,490.

Baca:

Rupiah Siang Ini Lemas, IHSG Masih Semangat

Tiga Hari Ngebut, Rupiah Akhirnya Ngerem
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
8 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
9 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
9 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Pemilik Cadangan...
5 Negara Pemilik Cadangan Nikel Paling Banyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved