BI: Penguatan Rupiah Didorong Kondisi Domestik

Sabtu, 10 Oktober 2015 - 06:06 WIB
BI: Penguatan Rupiah...
BI: Penguatan Rupiah Didorong Kondisi Domestik
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengemukakan penguatan rupiah dalam beberapa hari terakhir tidak hanya disebabkan faktor ekternal tapi juga ada faktor fundamental dari dalam negeri.

Hal ini terlihat dari financial market investor (investor pasar keuangan) yang sudah semakin yakin terhadap pemerintah Indonesia dalam melakukan reformasi struktural dengan serius. (Baca: Rupiah Ditutup Ceria Mengakhiri Pekan)

"Kita tadinya selalu mengatakan investor asing menyebut pemerintah tidak pernah serius melakukan reform struktural. Tapi adanya paket kebijakan itu diregulasi untuk mendorong investor masuk, kemudian pemerintah juga men-adress dilakukannya debirokratisasi dan deregulasi dalam rangka mendorong investasi, dan devisa," ujar Deputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara di Gedung BI Jakarta, Jumat (9/10/2015).

Selain itu, adanya kebijakan BI yang prudent di monetary policy dan menambah suplai valuta asing (valas) di pasar spot & forward, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga meng-adress finansial inclusion dengan mengeluarkan paket kebijakan seperti asuransi petani dan lainnya, membuat finansial market percaya kepada Indonesia.

Apalagi, lanjut dia, kondisi makro yang percaya terhadap performa yang dilakukan pemerintahan Indonesia juga turut membantu rupiah kembali menembus angka Rp13.000-an.

"Sejak tiga hari lalu penguatan rupiah signifikan. Karena banyak yang cutloss, pasalnya ada yang ragu rupiah bakal tembus Rp13.800. Itu menembus Rp13.800 jangan ragu, untuk ke Rp13.500 juga jangan ragu," jelas Mirza.

Menurutnya, nilai tukar rupiah masih kompetitif untuk mendorong ekspor manufaktur dan untuk pengendalian inflasi. Sebab, kenaikan harga barang impor akan tertahan dengan adanya penguatan kurs nilai tukar.

Ke depan, BI akan tetap menjaga kehati-hatian di bidang moneter serta volatilias pada penguatan rupiah juga harus dijaga. "Kita lihat nanti recovery ini semoga terus berlanjut, tapi kita harus tetap lihat faktor eksternal dari Amerika, dan yang lainnya," tandas Mirza.

Baca juga:

Darmin Sempat Waswas Rupiah di Level Rp13.800/USD

Gubernur BI Akan Diminta Hitung Fundamental Rupiah
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
5 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
5 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
5 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
7 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved