Rupiah Tahun Depan Bisa di Bawah Rp13.000/USD, Ini Syaratnya!
Minggu, 11 Oktober 2015 - 13:45 WIB
Rupiah Tahun Depan Bisa di Bawah Rp13.000/USD, Ini Syaratnya!
A
A
A
JAKARTA - Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada memperkirakan rupiah bisa menguat di bawah level Rp13.000/USD pada awal tahun depan. Hal tersebut bisa terwujud asalkan realisasi dari semua paket kebijakan ekonomi Presiden Joko Widodo (Jokowi) terwujud.
"Tahun depan bisa lebih baik kembali ke awal tahun ini di level Rp 12.900-13.000/USD. Jika semua kebijakan sudah berjalan, rupiah bisa dimungkinkan stabil di bawah Rp13.000/USD," ujarnya kepada Sindonews, di Jakarta, Minggu (11/10/2015).
Menurutnya, penyebab nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) melemah sejak awal tahun, akibat pesimisnya pelaku pasar dengan realisasi anggaran belanja pemerintah. (Baca: Rupiah Diramal Makin Perkasa Setelah Paket Kebijakan IV Keluar)
"Seharusnya rupiah bisa terus menguat kalau pelaku pasar percaya dengan pemerintah. Bisa kembali ke level sebelum perlambatan yang terjadi di awal tahun," jelas Reza.
Di sisi lain, realisasi dari semua kebijakan itu bisa menepis kekhawatiran adanya penyesuaian suku bunga acuan Bank Sentral AS (The Fed) yang diperkirakan berpengaruh signifikan terhadap rupiah.
"Kalaupun suku bunga The Fed naik, tidak akan dratsis paling tinggi hanya 50 basis poin. Kalau ada yang memprediksi tahun depan Rp16.000/USD itu asumsinya kalau pemerintah tidak ngapa-ngapain setelah mengeluarkan berbagai kebijakan," pungkasnya.
Baca juga:
Menguji Keperkasaan Rupiah
Rupiah Makin Perkasa, Masyarakat Ramai-ramai Jual USD
Ini Bocoran Paket Kebijakan Ekonomi Jilid IV Jokowi
"Tahun depan bisa lebih baik kembali ke awal tahun ini di level Rp 12.900-13.000/USD. Jika semua kebijakan sudah berjalan, rupiah bisa dimungkinkan stabil di bawah Rp13.000/USD," ujarnya kepada Sindonews, di Jakarta, Minggu (11/10/2015).
Menurutnya, penyebab nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) melemah sejak awal tahun, akibat pesimisnya pelaku pasar dengan realisasi anggaran belanja pemerintah. (Baca: Rupiah Diramal Makin Perkasa Setelah Paket Kebijakan IV Keluar)
"Seharusnya rupiah bisa terus menguat kalau pelaku pasar percaya dengan pemerintah. Bisa kembali ke level sebelum perlambatan yang terjadi di awal tahun," jelas Reza.
Di sisi lain, realisasi dari semua kebijakan itu bisa menepis kekhawatiran adanya penyesuaian suku bunga acuan Bank Sentral AS (The Fed) yang diperkirakan berpengaruh signifikan terhadap rupiah.
"Kalaupun suku bunga The Fed naik, tidak akan dratsis paling tinggi hanya 50 basis poin. Kalau ada yang memprediksi tahun depan Rp16.000/USD itu asumsinya kalau pemerintah tidak ngapa-ngapain setelah mengeluarkan berbagai kebijakan," pungkasnya.
Baca juga:
Menguji Keperkasaan Rupiah
Rupiah Makin Perkasa, Masyarakat Ramai-ramai Jual USD
Ini Bocoran Paket Kebijakan Ekonomi Jilid IV Jokowi
(dmd)