Tren Kenaikan Rupiah Diprediksi Belum Akan Terpatahkan
Senin, 12 Oktober 2015 - 08:40 WIB
Tren Kenaikan Rupiah Diprediksi Belum Akan Terpatahkan
A
A
A
JAKARTA - Tren kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini diprediksi belum akan terpatahkan.
"Sejauh ini laju rupiah dapat memanfaatkan kondisi tersebut dengan baik, sehingga tren kenaikan belum akan terpatahkan," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (12/10/2015).
Kendari demikian, dia mengingatkan pelaku pasar harus dapat menyesuikan dengan riil lapangan dan mencermati sentimen di pasar. Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.475-Rp13.650/USD.
Sementara posisi rupiah akhir pekan lalu berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.521/USD, membaik sebesar 288 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.809/US.
Dia menuturkan, seiring dengan ekspektasi para pelaku pasar terhadap masih akan dovish-nya The Fed membuat indeks USD masih menunjukan penurunan, sehingga dapat dimanfaatkan tidak hanya sejumlah harga komoditas yang mengalami penguatan, namun,laju mata uang sejumlah kawasan pun turut mengalami peningkatan.
"Laju rupiah pun turut dapat memanfaatkan penguatan tersebut untuk dapat ikut menguat. Selain itu, sentimen dari dalam negeri pun juga turut mendukung, di mana masih tingginya ekspektasi pelaku pasar akan realisasi tidak hanya kebijakan Bank sentral (BI), namun juga kebijakan pemerintah," ujarnya.
Menurut dia, pelaku pasar berharap paket kebijakan tersebut bukan hanya sekedar menjadi paket hemat yang secara tulisan di atas kertas bagus, namun juga diikuti dengan realisasi maupun implementasinya.
"Sejauh ini laju rupiah dapat memanfaatkan kondisi tersebut dengan baik, sehingga tren kenaikan belum akan terpatahkan," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (12/10/2015).
Kendari demikian, dia mengingatkan pelaku pasar harus dapat menyesuikan dengan riil lapangan dan mencermati sentimen di pasar. Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.475-Rp13.650/USD.
Sementara posisi rupiah akhir pekan lalu berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.521/USD, membaik sebesar 288 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.809/US.
Dia menuturkan, seiring dengan ekspektasi para pelaku pasar terhadap masih akan dovish-nya The Fed membuat indeks USD masih menunjukan penurunan, sehingga dapat dimanfaatkan tidak hanya sejumlah harga komoditas yang mengalami penguatan, namun,laju mata uang sejumlah kawasan pun turut mengalami peningkatan.
"Laju rupiah pun turut dapat memanfaatkan penguatan tersebut untuk dapat ikut menguat. Selain itu, sentimen dari dalam negeri pun juga turut mendukung, di mana masih tingginya ekspektasi pelaku pasar akan realisasi tidak hanya kebijakan Bank sentral (BI), namun juga kebijakan pemerintah," ujarnya.
Menurut dia, pelaku pasar berharap paket kebijakan tersebut bukan hanya sekedar menjadi paket hemat yang secara tulisan di atas kertas bagus, namun juga diikuti dengan realisasi maupun implementasinya.
(rna)