Rizal Ungkap Alasan Kontrak Freeport Belum Diperpanjang

Senin, 12 Oktober 2015 - 14:01 WIB
Rizal Ungkap Alasan...
Rizal Ungkap Alasan Kontrak Freeport Belum Diperpanjang
A A A
JAKARTA - Menko bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli menyatakan, pemerintah belum sepakat memperpanjang kontrak PT Freeport Indonesia, karena perusahaan asal Amerika Serikat (AS) ini belum membayar royalti yang semestinya bagi Indonesia.

Menurutnya, sejak 1967-2014, Freeport hanya membayar royalti sebesar 1%. Sementara, perusahaan asing lain membayar royalti kepada pemerintah Indonesia hingga mencapai 6%.

"Memang sebelum pemerintahan SBY berakhir, mereka setuju menaikkan 3,5% royalti, tapi itu belum cukup. menurut kami, Freeport harus bayar 6%-7% royalti," tutur Rizal di Gedung KPK, Jakarta, Senin (12/10/2015).

Rizal menyatakan, seharusnya Indonesia diuntungkan dalam kerja sama eksplorasi tambang emas tersebut. Namun, dari kurun waktu puluhan tahun itu, pemerintah hanya kebagian royalti sebesar 1%.

Dia menduga kuat telah terjadi penyimpangan yang dilakukan pemerintah saat kontrak dengan Freeport. "Mohon maaf terjadi KKN pada saat perpanjangan kontrak tahun 1980-an. Kami tidak mau ini terulang lagi," ujarnya.

Alasan lain, dikatakan Rizal, limbah beracun dari pengolahan produksi Freeport tidak memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di areal eksplorasi Freeport. Padahal, Freeport telah mengambil keuntungan lebih dari hasil limbah eksplorasi emas dan tambang dari masyarakat Papua sejak puluhan tahun silam.

"Jadi, kami lihat Freeport seenak enaknya saja. Kalau ada menteri yang mengatakan sudah disetujui perpanjangan kontraknya, itu melawan hukum. terimakasih," tegs Rizal. (Baca: Rizal: Pejabat yang Perpanjang Kontrak Freeport Keblinger).

Baca Juga:

Melunak, Pemerintah Pastikan Kontrak Freeport Diperpanjang

Buang Limbah di Sungai, Rizal Sebut Freeport Serakah

Rizal Ramli: Pejabat Indonesia Gampang Disogok
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
1 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
2 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
4 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
4 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved