Istana Belum Putuskan Soal Perpanjangan Kontrak Freeport
Senin, 12 Oktober 2015 - 19:27 WIB
Istana Belum Putuskan Soal Perpanjangan Kontrak Freeport
A
A
A
JAKARTA - Istana memastikan sejauh ini pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum memutuskan apapun terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia (PTFI) yang akan berakhir pada 2021. (Baca: Rizal: Pejabat yang Perpanjang Kontrak Freeport Keblinger).
Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengungkapkan, Kabinet Kerja di bawah komando Presiden Jokowi membiasakan keputusan apapun diambil secara langsung oleh Presiden. Hingga saat ini, mantan Gubernur DKI Jakarta itu belum memutuskan mengenai perpanjangan kontrak perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut.
"Yang ada kan bukan keputusan soal perpanjangan (kontrak Freeport), tapi bagaimana mengambil jalan keluar terhadap persoalan yang ada. Saya tidak ingin masuk dalam substansi, karena ini tentu nanti merusak legal aspect. Tapi ada prosesnya," kata dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/10/2015).
Sementara, mengenai silang pendapat antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dan Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli terkait perpanjangan kontrak tersebut, Pramono menegaskan bahwa segala keputusan tetap ada di tangan Jokowi.
"Dalam hal, sebenarnya tidak ada silang pendapat atau apapun. Bahwa ada pandangan yang berbeda sebelum diputuskan atau menjadi keputusan itu adalah hal yang biasa," terang dia.
Dia juga meyakini, seluruh menteri dalam jajaran Kabinet Kerja akan mengikuti segala keputusan Presiden jika memang telah diputuskan, termasuk terkait kontrak Freeport.
"Sehingga dengan demikian, kita akan tunggu dan kami yakin bahwa para menteri pasti akan menjalankan arahan Presiden," tandas Pramono.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM kembali menunjukkan sikap melunak kepada Freeport. Pasalnya, Kementerian ESDM telah menyetujui perpanjangan kontrak operasi perusahaan tambang asal AS pasca 2021, termasuk kepastian hukum dan fiskal yang terdapat pada kontrak karya.
Sudirman yang menjadi salah satu sosok di balik kelanjutan operasi Freeport mengungkapkan, pemerintah telah menyambut baik kelanjutan investasi Freeport di Tanah Rajawali.
"Kami menyambut baik kelanjutan investasi Freeport di Papua yang akan meningkatkan perekonomian lokal dan nasional," katanya, Sabtu, 10 Oktober 2015.
Baca Juga;
Melunak, Pemerintah Pastikan Kontrak Freeport Diperpanjang
Rizal Ramli: Pejabat Indonesia Gampang Disogok
ESDM: Tak Paham Kontrak Freeport, Hentikan Spekulasi!
Buang Limbah di Sungai, Rizal Sebut Freeport Serakah
Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengungkapkan, Kabinet Kerja di bawah komando Presiden Jokowi membiasakan keputusan apapun diambil secara langsung oleh Presiden. Hingga saat ini, mantan Gubernur DKI Jakarta itu belum memutuskan mengenai perpanjangan kontrak perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut.
"Yang ada kan bukan keputusan soal perpanjangan (kontrak Freeport), tapi bagaimana mengambil jalan keluar terhadap persoalan yang ada. Saya tidak ingin masuk dalam substansi, karena ini tentu nanti merusak legal aspect. Tapi ada prosesnya," kata dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/10/2015).
Sementara, mengenai silang pendapat antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dan Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli terkait perpanjangan kontrak tersebut, Pramono menegaskan bahwa segala keputusan tetap ada di tangan Jokowi.
"Dalam hal, sebenarnya tidak ada silang pendapat atau apapun. Bahwa ada pandangan yang berbeda sebelum diputuskan atau menjadi keputusan itu adalah hal yang biasa," terang dia.
Dia juga meyakini, seluruh menteri dalam jajaran Kabinet Kerja akan mengikuti segala keputusan Presiden jika memang telah diputuskan, termasuk terkait kontrak Freeport.
"Sehingga dengan demikian, kita akan tunggu dan kami yakin bahwa para menteri pasti akan menjalankan arahan Presiden," tandas Pramono.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM kembali menunjukkan sikap melunak kepada Freeport. Pasalnya, Kementerian ESDM telah menyetujui perpanjangan kontrak operasi perusahaan tambang asal AS pasca 2021, termasuk kepastian hukum dan fiskal yang terdapat pada kontrak karya.
Sudirman yang menjadi salah satu sosok di balik kelanjutan operasi Freeport mengungkapkan, pemerintah telah menyambut baik kelanjutan investasi Freeport di Tanah Rajawali.
"Kami menyambut baik kelanjutan investasi Freeport di Papua yang akan meningkatkan perekonomian lokal dan nasional," katanya, Sabtu, 10 Oktober 2015.
Baca Juga;
Melunak, Pemerintah Pastikan Kontrak Freeport Diperpanjang
Rizal Ramli: Pejabat Indonesia Gampang Disogok
ESDM: Tak Paham Kontrak Freeport, Hentikan Spekulasi!
Buang Limbah di Sungai, Rizal Sebut Freeport Serakah
(izz)
Lihat Juga :