Polemik Freeport, Jokowi Diminta Hentikan Sandiwara

Selasa, 13 Oktober 2015 - 16:10 WIB
Polemik Freeport, Jokowi...
Polemik Freeport, Jokowi Diminta Hentikan Sandiwara
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta menghentikan sandiwara terkait perpanjangan kontrak pertambangan PT Freeport Indonesia di Papua, yang berujung pada silang pendapat antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dan Menko bidang Kemaritiman Rizal Ramli.

Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies (Iress) Marwan Batubara menegaskan, kisruh perpanjangan kontrak perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut jangan membuat seolah tambang emas, perak, dan tembaga di Timika, Papua tergadai untuk kepentingan politik dan perburuan rente dalam rangka meraih dukungan asing. (Baca: Rizal: Pejabat yang Perpanjang Kontrak Freeport Keblinger)

"Kami mengharapkan Presiden Jokowi harus stop sandiwara kisruh kontrak Freeport. Presiden Jokowi harus menjamin suara pemerintah adalah satu," katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (13/10/2015).

Menurutnya, Kabinet Kerja di bawah komando Presiden Jokowi harus solid dan bersatu menghadapi kontrak asing. Para menteri dan anggota kabinet harus menghentikan saling gugat dan kecam di ranah publik. (Baca: Rizal Ramli Heran Sudirman Said Ngotot Bela Freeport).

"Kami bukannya anti asing dan investor asing. Tapi kami ingin sebagai negara pemilik SDA tambang, Indonesia mendapat porsi yang layak sesuai konstitusi dan ikut berperan mengendalikan jalannya korporasi tambang Freeport," tegas dia.

Marwan sepakat perlu solusi terbaik atas rencana investasi Freeport sebesar USD17,3 miliar untuk pertambangan bawah tanah (underground mining) dan smelter di Papua.

Periode kontrak yang hanya tinggal enam tahun hingga 2021 memang tidak layak (feasible) terhadap investasi yang dikeluarkan raksasa tambang ini, sehingga kontraknya harus diperpanjang.

"Tapi caranya harus berdaulat dan tetap menjaga martabat bangsa. Itu sebabnya perlu lebih dulu penerbitan Perppu dan PP, sambil memperoleh jaminan bahwa sejak 2021-2025, Indonesia menjadi pemegang saham mayoritas di Freeport," pungkasnya. (Baca: ESDM: Tak Paham Kontrak Freeport, Hentikan Spekulasi!)

Baca Juga:

Melunak, Pemerintah Pastikan Kontrak Freeport Diperpanjang

Rizal Ramli: Pejabat Indonesia Gampang Disogok
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
9 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
10 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
11 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
11 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
11 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
11 jam yang lalu
Infografis
12 Terlapor dalam Kasus...
12 Terlapor dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved