Rupiah Akhiri Kenaikan Beruntun Tersengat Sentimen China

Selasa, 13 Oktober 2015 - 16:57 WIB
Rupiah Akhiri Kenaikan...
Rupiah Akhiri Kenaikan Beruntun Tersengat Sentimen China
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini mengakhiri kenaikan beruntun karena tersengat sentimen dari China.

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.638. Posisi tersebut merosot 230 poin dibanding posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp13.408/USD.

Sedangkan rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.653/USD. (Baca: Keperkasaan Rupiah Masih Dibayangi The Fed)

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.557/USD, memburuk sebesar 91 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.466/US.

Sementara data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.396/USD, dengan kisaran harian Rp13.391-Rp13.672/USD. Posisi itu terapresiasi 94 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.490/USD.

Adapun mata uang terkait dengan pertumbuhan China, seperti dolar Australia dan Selandia Baru jatuh untuk kali pertama dalam lebih dari sepekan pada hari ini setelah data perdagangan dari China memperkuat pandangan bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia itu kehilangan momentum.

Di Eropa, poundsterling naik mendekati level tertinggi dalam hampir tiga pekan terhadap USD setelah SABMiller menerima proposal akuisisi dari Anheuser-Busch InBev sebesar 68 miliar euro.

Poundsterling naik menjadi 1,5388/USD, tertinggi sejak 22 September, setelah diperdagangkan pada 1,5320 sebelum kesepakatan.

Data pada Selasa menunjukkan impor China turun 20% pada September tahun ini karena penurunan permintaan di dalam negeri dan menekan Beijing untuk menggelar langkah-langkah stimulus lebih lanjut. (Baca: Impor China Jatuh 20,4% pada September)

Data tersebut menyeret dolar Australia dari level tertinggi dua bulan menjadi jatuh 0,7% ke 0,7312. Dolar Selandia Baru juga turun 0,4% ke 0,6690/USD.

"Penurunan tajam dalam impor China tidak memberikan harapan yang baik untuk Australia dan karenanya kita melihat dolar Australia berada di bawah tekanan," kata ahli strategi mata uang di Credit Agricole Manuel Oliveri, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (13/10/2015).

Dolar Australia juga jatuh 0,8% terhadap mata uang Jepang menuju 87,63. Indeks USD mencapai level terendah tiga pekan di 94,596. Terhadap yen, USD turun sekitar 0,3% menjadi 119,72, sementara euro naik terhadap USD menjadi 1,14025, level tertinggi tiga pekan.

Baca:

Laju Rupiah Siang Ini Terseret Koreksi Parah IHSG

Rupiah Akhirnya Dibuka Terkikis karena USD Naik Tipis
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
1 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
2 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
3 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
3 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
3 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved