Pengamat: Seharusnya Isu Buruh Masuk Paket Kebijakan

Rabu, 14 Oktober 2015 - 14:01 WIB
Pengamat: Seharusnya...
Pengamat: Seharusnya Isu Buruh Masuk Paket Kebijakan
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera mengumumkan paket kebijakan ekonomi jilid IV yang kabarnya akan berisi soal pengupahan dan hubungan antara pengusaha dan buruh.

Menurut Direktur Institute for Economics and Social Research I Kadek Dian Sutrisna Artha, isu tersebut memang sudah seharusnya masuk dan menjadi isu utama di sektor industri manufaktur padat karya.

Kenaikan upah buruh sejak beberapa tahun sebelumnya, menurut Kadek memberatkan investor di sektor industri manufaktur baik yang mikro maupun skala besar.

"Soal labour market atau pasar tenaga kerja memang menjadi isu utama ya, terutama di sektor industri manufaktur yang padat tenaga kerja. Kenaikan upah minimum regional terutama pada 2013 dan tuntutan kenaikan upah buruh tentunya memberatkan investor di industri manufaktur," kata dia kepada Sindonews di Jakarta‎, Rabu (14/10/2015).

Sementara, lanjut dia, jika dilihat dari share sektor industri terhadap total ke perekonomian Indonesia terjadi penurunan terus menerus dalam kondisi pelemahan ekonomi Indonesia saat ini.

"Ini menjadi hal penting. Terus ada poin-poin penting juga yang tidak boleh kita lupa. Pertama, bagaimana buruh, pengusaha, dan pemerintah bisa menciptakan hubungan yang saling menguntungkan," ujarnya.

Kedua, tuntutan upah buruh harus disertai oleh kenaikan produktivitas sehingga investor bisa tetap tertarik investasi di Indonesia dan memberikan dampak pada pemulihan ekonomi Indonesia sekarang dan ke depannya.

Ketiga, pengangguran yang bertambah di saat pelemahan ekonomi dapat dikurangi dengan kerja sama yang baik antara perusahaan, buruh dan pemerintah. (Baca: Ini Bocoran Paket Kebijakan Ekonomi Jilid IV Jokowi)

"Jadi hal-hal tersebut harus menjadi fokus pemerintah. Studi menununjukkan bahwa masalah upah buruh ini memang utama yang dikeluhkan oleh industri manufaktur padat tenaga kerja Seperti industri alas kaki, furniture‎, ditambah dgn kondisi instability global dan nilai tukar rupiah yang mempersulit kondisi industri," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
UU Ketenagakerjaan Berkeadilan...
UU Ketenagakerjaan Berkeadilan Harus Didukung Kebijakan Ekonomi Pro Rakyat
Kadin Minta Kebijakan...
Kadin Minta Kebijakan Pengupahan Berorientasi pada Pertumbuhan Ekonomi
Buruh Minta UMK 2022...
Buruh Minta UMK 2022 Naik 10%, Tuntut Plt Wali Kota Buat Kebijakan Khusus
Wacana UMK 2021 Tak...
Wacana UMK 2021 Tak Naik, Ini Sikap Buruh Jabar
Kenaikan Upah yang Rendah...
Kenaikan Upah yang Rendah Bisa Jadi Bumerang buat Ekonomi Tahun Depan
Menaker Bicara Soal...
Menaker Bicara Soal Kenaikan Upah Pekerja 15%: Kita Dengarkan Pengusaha Maupun Buruh
Berita Terkini
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
19 menit yang lalu
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
2 jam yang lalu
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
3 jam yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
5 jam yang lalu
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
8 jam yang lalu
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
17 jam yang lalu
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved