Jika Sentimen Negatif Berlanjut, Rupiah Melemah Lagi
Kamis, 15 Oktober 2015 - 08:36 WIB
Jika Sentimen Negatif Berlanjut, Rupiah Melemah Lagi
A
A
A
JAKARTA - Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini diperkirakan melemah lagi jika sentimen negatif berlanjut.
"Dengan mulai adanya sentimen negatif maka akan dapat memicu pelemahan lanjutan pada rupiah jika pelaku pasar masih menghindari mata uang Asia," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (15/10/2015).
Untuk itu, dia menyarankan pelaku pasar tetap harus mewaspadai kondisi riil lapangan dan mencermati sentimen di pasar serta cermati jika sinyalemen potensi pembalikan arah masih berlanjut.
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.543-Rp13.572/USD.
Sementara posisi rupiah pada Selasa berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.557/USD, memburuk sebesar 91 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.466/US.
Dia menjelaskan, meski laju indeks USD di pasar spot global sedang mengalami pelemahan hingga Selasa (13/10/2015), namun tidak mampu membuat laju rupiah dapat bertahan di zona hijaunya.
Adanya rilis pelemahan data-data di Asia, antara lain pelemahan eksport-import Korea Selatan hingga penurunan eksport-import China berujung pada pelemahan sejumlah mata uangnya.
Tercatat indeks kurs USD Australia, yuan, Dolar Singapura, dolar Hongkong dan beberapa lainnya menunjukan peningkatan yang menandakan mata uang USD mengalami kenaikan atas sejumlah mata uang tersebut.
Rupiah pun akhirnya menyerah setelah mengalami kenaikan selama sepekan kemarin dengan kenaikan kurang lebih 8,4%-an, sehingga membuat laju rupiah terimbas pelemahannya.
"Dengan mulai adanya sentimen negatif maka akan dapat memicu pelemahan lanjutan pada rupiah jika pelaku pasar masih menghindari mata uang Asia," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (15/10/2015).
Untuk itu, dia menyarankan pelaku pasar tetap harus mewaspadai kondisi riil lapangan dan mencermati sentimen di pasar serta cermati jika sinyalemen potensi pembalikan arah masih berlanjut.
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.543-Rp13.572/USD.
Sementara posisi rupiah pada Selasa berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.557/USD, memburuk sebesar 91 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.466/US.
Dia menjelaskan, meski laju indeks USD di pasar spot global sedang mengalami pelemahan hingga Selasa (13/10/2015), namun tidak mampu membuat laju rupiah dapat bertahan di zona hijaunya.
Adanya rilis pelemahan data-data di Asia, antara lain pelemahan eksport-import Korea Selatan hingga penurunan eksport-import China berujung pada pelemahan sejumlah mata uangnya.
Tercatat indeks kurs USD Australia, yuan, Dolar Singapura, dolar Hongkong dan beberapa lainnya menunjukan peningkatan yang menandakan mata uang USD mengalami kenaikan atas sejumlah mata uang tersebut.
Rupiah pun akhirnya menyerah setelah mengalami kenaikan selama sepekan kemarin dengan kenaikan kurang lebih 8,4%-an, sehingga membuat laju rupiah terimbas pelemahannya.
(rna)