USD Berkubang di Level Rendah, Rupiah Dibuka Cerah
Kamis, 15 Oktober 2015 - 10:21 WIB
USD Berkubang di Level Rendah, Rupiah Dibuka Cerah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka berhasil cerah jelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) dan paket kebijakan ekonomi jilid IV, di tengah berkubangnya USD di level rendah tujuh pekan.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.288/USD, melesat sebesar 269 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.557/US.
Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.360/USD. Posisi itu terapresiasi 36 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.396/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp13.370/USD dan pada pukul 10.00 WIB bergeser ke Rp13.346/USD. Posisi tersebut membaik dibanding posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp13.638/USD. Sedangkan rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas bertahan pada level Rp13.653/USD.
Sementara USD berkubang di level terendah sekitar tujuh pekan terhadap sejumlah mata uang di perdagangan Asia hari ini, setelah lemahnya data penjualan Amerika Serikat (AS) mendorong investor untuk kembali berspekulasi bahwa Federal Reserve AS tidak akan menaikkan suku bunga pada akhir 2015.
Indeks USD terakhir hampir datar dari di 93,970, setelah jatuh ke 93,845, titik nadir terdalam sejak 26 Agustus 2015.
Penjualan retail AS pada September naik tipis 0,1% dan di bawah ekspektasi kenaikan 0,2%. Harga produsen mencatat penurunan terbesar mereka dalam delapan bulan.
Data meningkatnya permintaan untuk keamanan obligasi, menekan imbal hasil dan selanjutnya menguras daya tarik USD. Imbal hasil obligasi bertenor 10 berada di 1,975% pada perdagangan awal di Asia, turun dari sesi sebelumnya sebesar 1,982% pada Rabu.
"Data penjualan retail AS yang lemah pada September menyebabkan imbal hasil ke posisi terendah sejak April, menyakiti USD. Semua mata uang G10 telah meningkat terhadap USD selama 24 jam terakhir," kata ahli strategi senior di Westpac Sean Callow, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (15/10/2015).
Euro terhadap USD berada di 1,1474, setelah naik ke 1,1489 semalam, tertinggi sejak 26 Agustus 2015. Terhadap mitra Jepang, USD jatuh ke 118,61, terendah sejak 7 September 2015 dan terakhir diperdagangkan di 118,85.
Baca:
Jika Sentimen Negatif Berlanjut, Rupiah Melemah Lagi
Ini Dugaan Analis Upaya BI Katrol Rupiah
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.288/USD, melesat sebesar 269 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.557/US.
Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.360/USD. Posisi itu terapresiasi 36 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.396/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp13.370/USD dan pada pukul 10.00 WIB bergeser ke Rp13.346/USD. Posisi tersebut membaik dibanding posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp13.638/USD. Sedangkan rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas bertahan pada level Rp13.653/USD.
Sementara USD berkubang di level terendah sekitar tujuh pekan terhadap sejumlah mata uang di perdagangan Asia hari ini, setelah lemahnya data penjualan Amerika Serikat (AS) mendorong investor untuk kembali berspekulasi bahwa Federal Reserve AS tidak akan menaikkan suku bunga pada akhir 2015.
Indeks USD terakhir hampir datar dari di 93,970, setelah jatuh ke 93,845, titik nadir terdalam sejak 26 Agustus 2015.
Penjualan retail AS pada September naik tipis 0,1% dan di bawah ekspektasi kenaikan 0,2%. Harga produsen mencatat penurunan terbesar mereka dalam delapan bulan.
Data meningkatnya permintaan untuk keamanan obligasi, menekan imbal hasil dan selanjutnya menguras daya tarik USD. Imbal hasil obligasi bertenor 10 berada di 1,975% pada perdagangan awal di Asia, turun dari sesi sebelumnya sebesar 1,982% pada Rabu.
"Data penjualan retail AS yang lemah pada September menyebabkan imbal hasil ke posisi terendah sejak April, menyakiti USD. Semua mata uang G10 telah meningkat terhadap USD selama 24 jam terakhir," kata ahli strategi senior di Westpac Sean Callow, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (15/10/2015).
Euro terhadap USD berada di 1,1474, setelah naik ke 1,1489 semalam, tertinggi sejak 26 Agustus 2015. Terhadap mitra Jepang, USD jatuh ke 118,61, terendah sejak 7 September 2015 dan terakhir diperdagangkan di 118,85.
Baca:
Jika Sentimen Negatif Berlanjut, Rupiah Melemah Lagi
Ini Dugaan Analis Upaya BI Katrol Rupiah
(rna)