Rupiah Diproyeksi Bakal Melaju di Teritori Positif
Jum'at, 16 Oktober 2015 - 08:39 WIB
Rupiah Diproyeksi Bakal Melaju di Teritori Positif
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini diproyeksi akan melaju di teritori positif, dengan masih melemahnya laju indeks USD.
"Masih melemahnya laju indeks USD dapat membantu rupiah untuk dapat bertahan positif dan kamipun berharap penguatan dapat berlanjut seiring masih melemahnya indeks USD," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (16/10/2015).
Namun demikian, dia mengingatkan kepada pelaku pasa untuk tetap mewaspadai kondisi riil lapangan dan mencermati sentimen di pasar. Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.265-Rp13.295/USD.
Sementara posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.288/USD, melesat sebesar 269 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.557/US.
Dia menjelaskan, masih berlanjutnya pelemahan indeks USD di pasar spot valas global seiring masih melemahnya data-data Amerika Serikat (AS), antara lain pertumbuhan penjualan retail di bawah estimasi memberikan kesempatan pada sejumlah mata uang regional untuk dapat menguat.
"Rupiah pun turut terbantukan dengan kondisi tersebut, sehingga dapat berbalik menguat," ujarnya.
Apalagi rilis neraca perdagangan kembali tercatat surplus. Meski pertumbuhan ekspor dan impor tercatat turun dari sebelumnya, namun tidak terlalu direspon negatif.
"Masih melemahnya laju indeks USD dapat membantu rupiah untuk dapat bertahan positif dan kamipun berharap penguatan dapat berlanjut seiring masih melemahnya indeks USD," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (16/10/2015).
Namun demikian, dia mengingatkan kepada pelaku pasa untuk tetap mewaspadai kondisi riil lapangan dan mencermati sentimen di pasar. Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.265-Rp13.295/USD.
Sementara posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.288/USD, melesat sebesar 269 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.557/US.
Dia menjelaskan, masih berlanjutnya pelemahan indeks USD di pasar spot valas global seiring masih melemahnya data-data Amerika Serikat (AS), antara lain pertumbuhan penjualan retail di bawah estimasi memberikan kesempatan pada sejumlah mata uang regional untuk dapat menguat.
"Rupiah pun turut terbantukan dengan kondisi tersebut, sehingga dapat berbalik menguat," ujarnya.
Apalagi rilis neraca perdagangan kembali tercatat surplus. Meski pertumbuhan ekspor dan impor tercatat turun dari sebelumnya, namun tidak terlalu direspon negatif.
(rna)