Rupiah Dibuka Kalah dari USD Pascarilis Inflasi
Jum'at, 16 Oktober 2015 - 10:09 WIB
Rupiah Dibuka Kalah dari USD Pascarilis Inflasi
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini dibuka kalah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) karena didukung oleh positifnya data inflasi Amerika Serikat (AS).
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada Rp13.489/USD dan pada pukul 10.00 WIB bergeser ke Rp13.560/USD. Posisi tersebut memburuk dibanding posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp13.418/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.534/USD, merosot sebesar 246 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.288/US.
Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.536/USD. Posisi itu terdepresiasi 81 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.455/USD.
Sedangkan rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp13.623/USD, negatif 231 poin dibanding sebelumnya pada level Rp13.392/USD.
Sementara USD menguat pada Jumat setelah rebound dari level terendah selama tujuh pekan berkat data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan dan setelah komentar anggota dewan Bank Sentral Eropa Ewald Nowotny meningkatkan harapan untuk pelonggaran lebih lanjut di zona Eropa.
Dikutip dari Reuters, indeks USD berada di 94,523 setelah memantul dari 93,806 semalam, terendah sejak akhir Agustus 2015.
Data pada Kamis menunjukkan kenaikan indeks harga konsumen inti AS pada September secara mengejutkan sebesar 0,2%, meningkatkan kenaikan secara tahunan menjadi 1,9% dan mendorongnya lebih dekat ke target Federal Reserve sebesar 2%.
Data inflasi yang optimistis memberi dorongan pada USD, yang telah terpukul oleh data AS lainnya yang buruk dan kekhawatiran tentang ekonomi prospek China memberi imbas pada rencana naiknya suku bunga AS pada tahun ini.
Euro stabil terhadap USD di 1,1376, setelah meluncur dari puncak tujuh pekan pada hari sebelumnya pada 1,1495 setelah Nowotny mengatakan bahwa bank sentral harus mencari lebih banyak cara untuk merangsang ekonomi zona Eropa.
Euro berada di jalur untuk mengakhiri posisi mendatar mingguan. Sementara USD hampir tidak berubah terhadap yen pada 118,94 setelah menarik diri dari koreksi tujuh pekan semalam di 118,065. Mata uang AS masih siap untuk kehilangan 1% pada pekan ini.
Dolar Selandia Baru terkoreksi sedikit setelah rilis inflasi AS kuartal III memberikan ruang bagi bank sentral untuk memangkas suku bunga jika diperlukan.
Dolar Selandia Baru beringsut turun 0,3% menjadi 0,6829/USD setelah terbang ke level tertinggi tiga bulan pada awal pekan ini di 0,6897, di tengah harapan bahwa Reserve Bank of New Zealand mungkin berhenti memangkas suku bunga.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada Rp13.489/USD dan pada pukul 10.00 WIB bergeser ke Rp13.560/USD. Posisi tersebut memburuk dibanding posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp13.418/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.534/USD, merosot sebesar 246 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.288/US.
Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.536/USD. Posisi itu terdepresiasi 81 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.455/USD.
Sedangkan rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp13.623/USD, negatif 231 poin dibanding sebelumnya pada level Rp13.392/USD.
Sementara USD menguat pada Jumat setelah rebound dari level terendah selama tujuh pekan berkat data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan dan setelah komentar anggota dewan Bank Sentral Eropa Ewald Nowotny meningkatkan harapan untuk pelonggaran lebih lanjut di zona Eropa.
Dikutip dari Reuters, indeks USD berada di 94,523 setelah memantul dari 93,806 semalam, terendah sejak akhir Agustus 2015.
Data pada Kamis menunjukkan kenaikan indeks harga konsumen inti AS pada September secara mengejutkan sebesar 0,2%, meningkatkan kenaikan secara tahunan menjadi 1,9% dan mendorongnya lebih dekat ke target Federal Reserve sebesar 2%.
Data inflasi yang optimistis memberi dorongan pada USD, yang telah terpukul oleh data AS lainnya yang buruk dan kekhawatiran tentang ekonomi prospek China memberi imbas pada rencana naiknya suku bunga AS pada tahun ini.
Euro stabil terhadap USD di 1,1376, setelah meluncur dari puncak tujuh pekan pada hari sebelumnya pada 1,1495 setelah Nowotny mengatakan bahwa bank sentral harus mencari lebih banyak cara untuk merangsang ekonomi zona Eropa.
Euro berada di jalur untuk mengakhiri posisi mendatar mingguan. Sementara USD hampir tidak berubah terhadap yen pada 118,94 setelah menarik diri dari koreksi tujuh pekan semalam di 118,065. Mata uang AS masih siap untuk kehilangan 1% pada pekan ini.
Dolar Selandia Baru terkoreksi sedikit setelah rilis inflasi AS kuartal III memberikan ruang bagi bank sentral untuk memangkas suku bunga jika diperlukan.
Dolar Selandia Baru beringsut turun 0,3% menjadi 0,6829/USD setelah terbang ke level tertinggi tiga bulan pada awal pekan ini di 0,6897, di tengah harapan bahwa Reserve Bank of New Zealand mungkin berhenti memangkas suku bunga.
(rna)