USD Menjauh dari Koreksi, Rupiah Ditutup Terdepresiasi
Jum'at, 16 Oktober 2015 - 17:04 WIB
USD Menjauh dari Koreksi, Rupiah Ditutup Terdepresiasi
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup terdepresiasi lantaran mata uang Negera Paman Sam makin menjauh dari koreksi.
Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.525/USD, dengan kisaran harian Rp13.406-Rp13.611/USD. Posisi itu terdepresiasi 70 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.455/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.534/USD, merosot sebesar 246 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.288/US.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada Rp13.540/USD. Posisi tersebut memburuk 122 poin dibanding posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp13.418/USD.
Sedangkan rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp13.562/USD, negatif 170 poin dibanding sebelumnya pada level Rp13.392/USD.
Sementara USD menjauh dari level terendah dalam tujuh pekan terakhir pada hari ini setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) lebih baik dari perkiraan dan ekspektasi pelonggaran moneter di zona Eropa, tapi USD masih ditetapkan untuk kerugian mingguan terburuk sejak Juni.
"Data inflasi yang cukup menjanjikan, khususnya inflasi inti. Pasti masih ada kemungkinan untuk menaikkan suku bungam setidaknya (pada bulan Desember)" kata ahli strategi mata uang di Commerzbank Esther Reichelt di Frankfurt, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (16/10/2015).
Euro turun 0,2% terhadap USD ke 1,13715 menjelang pidato anggota Dewan Eksekutif Bank Sentral Eropa (ECB) Benoit Coeure terkait petunjuk lebih lanjut tentang pertemuan ECB pada pekan depan.
Baca:
Rupiah Siang Ini Kian Lemah, IHSG Berakhir di Zona Merah
IHSG Dibuka Menguat Tipis di Akhir Pekan
Data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.525/USD, dengan kisaran harian Rp13.406-Rp13.611/USD. Posisi itu terdepresiasi 70 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.455/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.534/USD, merosot sebesar 246 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.288/US.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada Rp13.540/USD. Posisi tersebut memburuk 122 poin dibanding posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp13.418/USD.
Sedangkan rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp13.562/USD, negatif 170 poin dibanding sebelumnya pada level Rp13.392/USD.
Sementara USD menjauh dari level terendah dalam tujuh pekan terakhir pada hari ini setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) lebih baik dari perkiraan dan ekspektasi pelonggaran moneter di zona Eropa, tapi USD masih ditetapkan untuk kerugian mingguan terburuk sejak Juni.
"Data inflasi yang cukup menjanjikan, khususnya inflasi inti. Pasti masih ada kemungkinan untuk menaikkan suku bungam setidaknya (pada bulan Desember)" kata ahli strategi mata uang di Commerzbank Esther Reichelt di Frankfurt, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (16/10/2015).
Euro turun 0,2% terhadap USD ke 1,13715 menjelang pidato anggota Dewan Eksekutif Bank Sentral Eropa (ECB) Benoit Coeure terkait petunjuk lebih lanjut tentang pertemuan ECB pada pekan depan.
Baca:
Rupiah Siang Ini Kian Lemah, IHSG Berakhir di Zona Merah
IHSG Dibuka Menguat Tipis di Akhir Pekan
(rna)