DPR Minta Jokowi Tegur Menteri ESDM Soal Freeport

Minggu, 18 Oktober 2015 - 16:48 WIB
DPR Minta Jokowi Tegur...
DPR Minta Jokowi Tegur Menteri ESDM Soal Freeport
A A A
JAKARTA - Politikus Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.

Sebab, Sudirman mengklaim sudah mengantongi persetujuan dari Presiden. Sementara pemerintah baru akan memperpanjang kontrak Freeport pada 2019.

"Kami khawatir selain Presiden Jokowi tidak mendapatkan informasi lengkap soal Freeport. Sehingga Sudirman Said berani mengirim surat tersebut," ujar Dasco melalui rilis yang diterima Sindonews, Minggu (18/10/2015).

Anggota Komisi III DPR ini mengaku sudah membaca isi surat yang disampaikan kepada Presiden dan tersebar di sejumlah media. Menurutnya, surat tersebut telah melampaui kewenangan Sudirman selaku Menteri ESDM, di mana hanya menyampaikan rencana penataan kembali regulasi Minerba.

Menurutnya, regulasi itu adalah urusan internal pemerintah tanpa dinegosiasikan dengan PT Freeport. Kemudian, surat tersebut dianggap tidak lazim dikirimkan oleh salah satu pihak yang terikat dalam kontrak, karena jangka waktu kontrak karya yang ada saat ini masih sangat lama yakni hingga 2021.

"Seharusnya terlebih dahulu ada evaluasi yang komprehensif tentang pelaksanan kontrak menjelang berakhirnya jangka waktu, baru bisa bicara diperpanjang atau tidak," tuturnya.

Selain itu, masalah kontrak Freeport seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah. Kata Dasco, pemerintah perlu melakukan renegosiasi ulang terkait tanggung jawab Freeport untuk membangun smelter sebagaimana disyarakatkan dalam Pasal 170 UU Nomor 4 Tahun 2009 Tentang minerba.

Dasco mengatakan, pembangunan smelter oleh PT Freeport hingga sampai saat ini belum mencapai 20%. Selain itu, smelter tidak terletak di daerah Papua.

"Kita memang boleh mengundang dan mempertahankan investor di Indonesia, namun yang terpenting para investor tersebut harus taat hukum. Kalau soal smelter saja mereka cenderung ngakalin, bagaimana dengan soal-soal lain yang lebih penting," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
30 menit yang lalu
Grab Ambil Alih Kendali...
Grab Ambil Alih Kendali Superbank, Fokus Perluas Akses Pembiayaan Digital
55 menit yang lalu
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
57 menit yang lalu
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
1 jam yang lalu
Prabowo Panggil Chatib...
Prabowo Panggil Chatib Basri ke Istana, Ada Apa?
1 jam yang lalu
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved