Rupiah Diproyeksi Terkoreksi
Senin, 19 Oktober 2015 - 08:44 WIB
Rupiah Diproyeksi Terkoreksi
A
A
A
JAKARTA - Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini diperkirakan mulai berkurang penguatannya dan cenderung terkoreksi ke bawah. Pelemahan ini pun turut didukung dengan pelemahan sejumlah mata uang lainnya.
"Sentimen yang datang dari rilis kenaikan inflasi inti AS yang diikuti penurunan klaim pengangguran nya dirasakan positif oleh laju dolar Amerika Serikat (USD)," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (19/10/2015).
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.525-Rp13.550/USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.534/USD, merosot sebesar 246 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.288/US.
USD mampu berbalik naik dari pelemahan dalam beberapa waktu terakhir. Dengan penguatan laju USD tersebut, rupiah pun akhirnya mengalami pelemahan di tengah harapan masih akan berlanjutnya tren penguatan.
"Mulai adanya pembalikan arah dikhawatirkan dapat memberikan peluang kembali terjadinya pelemahan," jelas Reza.
Pelaku pasar dimungkinkan akan kembali melepas rupiah dan kembali beralih ke USD mengingat penurunan yang telah terjadi dalam beberapa hari terakhir. Dia mengingatkan untuk tetap mewaspadai kondisi riil lapangan dan mencermati sentimen di pasar.
"Sentimen yang datang dari rilis kenaikan inflasi inti AS yang diikuti penurunan klaim pengangguran nya dirasakan positif oleh laju dolar Amerika Serikat (USD)," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (19/10/2015).
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.525-Rp13.550/USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.534/USD, merosot sebesar 246 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.288/US.
USD mampu berbalik naik dari pelemahan dalam beberapa waktu terakhir. Dengan penguatan laju USD tersebut, rupiah pun akhirnya mengalami pelemahan di tengah harapan masih akan berlanjutnya tren penguatan.
"Mulai adanya pembalikan arah dikhawatirkan dapat memberikan peluang kembali terjadinya pelemahan," jelas Reza.
Pelaku pasar dimungkinkan akan kembali melepas rupiah dan kembali beralih ke USD mengingat penurunan yang telah terjadi dalam beberapa hari terakhir. Dia mengingatkan untuk tetap mewaspadai kondisi riil lapangan dan mencermati sentimen di pasar.
(rna)