Janji Pembangunan Maritim Dinilai Hanya Pepesan Kosong

Senin, 19 Oktober 2015 - 22:56 WIB
Janji Pembangunan Maritim...
Janji Pembangunan Maritim Dinilai Hanya Pepesan Kosong
A A A
JAKARTA - Visi pembangunan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) yang salah satunya mengusung Poros Maritim Dunia hanya pepesan kosong. Memasuki satu tahun pertama pemerintahan, belum ada satupun pencapaian yang mengarah pada pembangunan maritim.

Hal tersebut disampaikan Pengamat Maritim Dr Y Paonganan. Dia menilai, konsep maritim pemerintah Jokowi-JK jauh panggang dari api. "Setelah setahun pemerintahan Jokowi-JK belum ada satupun pencapaian dalam membangun maritim Indonesia. Jauh panggang dari api jika ditinjau dari visi maritim yang didengungkan Jokowi-JK saat Pilpres," ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Sindonews, Senin (19/10/2015).

Dia menilai konsepsi Poros Maritim dan Tol Laut yang jadi jargon utama dari visi maritim Jokowi-JK seakan hilang ditelan ganasnya gelombang samudera Hindia dan Pasifik. Bahkan, defenisi dari maritim Jokowi saat ini belumlah nampak dalam implementasi maupun kebijakan-kebijakan yang sudah berlangsung setahun, justru malah membingungkan.

"Menteri Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan) hanya sekadar pencitraan menenggelamkan puluhan perahu kayu dengan alasan memberantas illegal fishing. Itu bohong," bebernya.

Justru, lanjut pria yang akrab disapa Ongen ini, kebijakan moratorium perizinan kapal penangkap ikan telah menyebabkan PHK ribuan orang, dan sampai saat ini konsep moratorium itu belum ada ujung pangkalnya.

"Kemiskinan nelayan tradisional semakin meningkat dengan naiknya harga BBM, daya beli nelayan kian terpuruk. Tak sedikit dari mereka alih profesi jadi pemulung dan sebagainya," terangnya.

Bahkan, pergantian Menteri Koordinator bidang Kemaritiman pun belum bertuah. Menurut Ongen, Menko Maritim Rizal Ramli seakan kehilangan intelektualitas. "Kerjanya hanya kepret sana kepret sini tak ada hasil," ucap Direktur Eksekutif Institute Maritime Indonesia (IMI) ini.

Tidak hanya itu, lanjut dia, tata kelola pelabuhan dan pelayaran sebagai ujung tombak ekonomi maritim, masih jauh dari ideal. "Konsepsi maritim Jokowi mirip opera sabun Marimar... lucu tanpa penonton," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hari Laut Sedunia, Luhut:...
Hari Laut Sedunia, Luhut: Laut Memilih Kita untuk Menjadi Sahabat
Gelombang Perubahan:...
Gelombang Perubahan: Bangun Lautmu, Jayakan Bangsamu
Refleksi Akhir 2024...
Refleksi Akhir 2024 Maritim Indonesia: Tantangan dan Peluang di Laut Natuna Utara
Kebangkitan Maritim...
Kebangkitan Maritim Indonesia, Pengamat: Laut Kini Jadi Poros Peradaban
Pengembangan Kapal Induk...
Pengembangan Kapal Induk Otonom: Langkah Strategis Indonesia Jaga Kedaulatan Laut
Integrasi Tol Laut,...
Integrasi Tol Laut, Pemerintah Bangun Depo di Sejumlah Daerah
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
9 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
9 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
10 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
12 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
12 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
12 jam yang lalu
Infografis
Hanya 2 Kapal Perusak...
Hanya 2 Kapal Perusak Angkatan Laut Inggris yang Bisa Beroperasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved