Bangun Masyarakat Maritim 5.0 Melalui Paduan Budaya Bahari
Senin, 29 Juni 2020 - 22:37 WIB
loading...
Staf Ahli Menteri (SAM) Marves Bidang Sosio-Antropologi Tukul Rameyo Adi. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menekankan pentingnya strategi dan prioritas pembangunan literasi budaya bahari berbasis Keraton Nusantara dan kota bersejarah lainnya dalam rangka mewujudkan masyarakat maritim 5.0.
Staf Ahli Menteri (SAM) Marves Bidang Sosio-Antropologi Tukul Rameyo Adi mengatakan, masyarakat 5.0 (Society 5.0) adalah sebuah konsep dimana suatu masyarakat akrab dan mampu memanfaatkan semua kebaikan dan keuntungan revolusi industri 4.0, yaitu teknologi digital.
Hal itu dilakukan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik masa kini dan di masa depan tanpa harus mereduksi harkat-martabat manusia dan kehilangan jati diri manusia sebagai insan budaya.
"Sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia mampu mewujudkan masyarakat maritim 5.0, pembangunan yang memadukan kearifan budaya bahari dengan kemajuan teknologi revolusi industri 4.0," kata Rameyo dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (29/6/2020).
Untuk itu, lanjut SAM Rameyo, Indonesia perlu formulasi strategi dan prioritas pembangunan literasi budaya bahari berbasis keraton nusantara dan kota bersejarah lainnya. Baca: Pulihkan Pariwisata, Menko Luhut Genjot Kontribusi Turis Domestik
Staf Ahli Menteri (SAM) Marves Bidang Sosio-Antropologi Tukul Rameyo Adi mengatakan, masyarakat 5.0 (Society 5.0) adalah sebuah konsep dimana suatu masyarakat akrab dan mampu memanfaatkan semua kebaikan dan keuntungan revolusi industri 4.0, yaitu teknologi digital.
Hal itu dilakukan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik masa kini dan di masa depan tanpa harus mereduksi harkat-martabat manusia dan kehilangan jati diri manusia sebagai insan budaya.
"Sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia mampu mewujudkan masyarakat maritim 5.0, pembangunan yang memadukan kearifan budaya bahari dengan kemajuan teknologi revolusi industri 4.0," kata Rameyo dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (29/6/2020).
Untuk itu, lanjut SAM Rameyo, Indonesia perlu formulasi strategi dan prioritas pembangunan literasi budaya bahari berbasis keraton nusantara dan kota bersejarah lainnya. Baca: Pulihkan Pariwisata, Menko Luhut Genjot Kontribusi Turis Domestik
Lihat Juga :