Soal Freeport, Rizal: Pejabat Kita Bermental Inlander
Selasa, 20 Oktober 2015 - 17:28 WIB
Soal Freeport, Rizal: Pejabat Kita Bermental Inlander
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli menilai, tingkah PT Freeport Indonesia yang tak kunjung melakukan pelepasan saham (divestasi) lantaran pejabat di Indonesia masih bermental inlander atau takut dengan orang asing.
Dia mengatakan, selama ini Freeport selalu mencari-cari alasan untuk tidak melakukan divestasi. Hal ini karena raksasa tambang asal Amerika Serikat (AS) ini dapat dengan mudah menyogok pejabat di Tanah Air. (Baca: Beli Saham Divestasi Freeport, Rini Pilih Utang Bank Internasional).
"Freeport selalu cari alasan untuk tidak divestasi. Macam-macam alasannya. Kenapa berani begitu? Mohon maaf, pejabat kita gampang disogok. Sebenarnya saya tidak perlu minta maaf juga," katanya dalam acara Rembuk Nasional Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Jakarta, Selasa (20/10/2015).
Mantan Menko bidang Perekonomian ini menuturkan, langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan memberikan syarat Freeport untuk melakukan divestasi sebelum perpanjangan kontrak sudah benar.
"Kalau Freeport lakukan (divestasi), kita mau negosiasi. Kalau enggak mending kembalikan itu kontrak. Resminya kan gitu," imbuh dia. (Baca: Lho, Menkeu Belum Bahas Rencana Divestasi Freeport).
Menurutnya, Freeport harus terus ditekan dengan memberikan syarat-syarat yang dapat memberikan keuntungan lebih banyak bagi Indonesia. (Baca: OJK: Freeport Bakal Diawasi Banyak Pihak Jika IPO).
"Tapi ada menteri keblinger yang maunya (negosiasi) sekarang. Pasti Freeport tanda tangan kalau dipepet. Karena mereka bisa rugi. Tapi mental kita masih mental inlander. Kita sudah 70 tahun merdeka masih inlander. Sama orang asing saja takut," tandas Rizal.
Baca Juga:
DPR Minta Jokowi Tegur Menteri ESDM Soal Freeport
DPR: Pengurangan Saham Freeport Jangan Kelamaan
Rizal: Pejabat yang Perpanjang Kontrak Freeport Keblinger
Dia mengatakan, selama ini Freeport selalu mencari-cari alasan untuk tidak melakukan divestasi. Hal ini karena raksasa tambang asal Amerika Serikat (AS) ini dapat dengan mudah menyogok pejabat di Tanah Air. (Baca: Beli Saham Divestasi Freeport, Rini Pilih Utang Bank Internasional).
"Freeport selalu cari alasan untuk tidak divestasi. Macam-macam alasannya. Kenapa berani begitu? Mohon maaf, pejabat kita gampang disogok. Sebenarnya saya tidak perlu minta maaf juga," katanya dalam acara Rembuk Nasional Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Jakarta, Selasa (20/10/2015).
Mantan Menko bidang Perekonomian ini menuturkan, langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan memberikan syarat Freeport untuk melakukan divestasi sebelum perpanjangan kontrak sudah benar.
"Kalau Freeport lakukan (divestasi), kita mau negosiasi. Kalau enggak mending kembalikan itu kontrak. Resminya kan gitu," imbuh dia. (Baca: Lho, Menkeu Belum Bahas Rencana Divestasi Freeport).
Menurutnya, Freeport harus terus ditekan dengan memberikan syarat-syarat yang dapat memberikan keuntungan lebih banyak bagi Indonesia. (Baca: OJK: Freeport Bakal Diawasi Banyak Pihak Jika IPO).
"Tapi ada menteri keblinger yang maunya (negosiasi) sekarang. Pasti Freeport tanda tangan kalau dipepet. Karena mereka bisa rugi. Tapi mental kita masih mental inlander. Kita sudah 70 tahun merdeka masih inlander. Sama orang asing saja takut," tandas Rizal.
Baca Juga:
DPR Minta Jokowi Tegur Menteri ESDM Soal Freeport
DPR: Pengurangan Saham Freeport Jangan Kelamaan
Rizal: Pejabat yang Perpanjang Kontrak Freeport Keblinger
(izz)
Lihat Juga :