Setahun Pimpin RI, Jokowi Dinilai Tak Perbaiki Manufaktur

Selasa, 20 Oktober 2015 - 20:22 WIB
Setahun Pimpin RI, Jokowi...
Setahun Pimpin RI, Jokowi Dinilai Tak Perbaiki Manufaktur
A A A
JAKARTA - Analis Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai, selama satu tahun Joko Widodo (Jokowi) menjadi Presiden RI, belum ada kebijakan yang mencoba memperbaiki industri manufkatur agar lebih kompetitif.

Sebab itu, Indonesia harus bersama sama mempertahankan industri padat karya karena berkaitan dengan jumlah pengangguran yang masih tinggi.

Meski ada kebijakan yang mengundang investor asing untuk datang ke Indonesia seperti tax allowance dan lainnya, namun yang dilakukan terhadap industri termasuk insentif pasar ekspor juga masih minim.

Secara keseluruhan, memang rupiah mengalami pelemahan terus menerus, tetapi bisa bangkit menembus level Rp13.809 (Jisdor BI) pada 9 Oktober 2015 setelah sebelumnya merosot ke level tertinggi Rp14.728 pada 29 September 2015 (Jisdor BI).

Saat itu, lanjut dia, penguatan rupiah disebabkan bukan karena respon paket kebijakan pemerintah. Melainkan karena aksi korporat dan isu Fed Fund Rate yang menunda kenaikan rate-nya.

"Paket kebijakan I, II, III hampir tidak ada reaksinya. Kalau paket IV juga saya meragukan, nah yang menguat belakangan ini karena ada aksi korporat yang besar dan memang ini ada penerbitan saham baru," ungkap Faisal di Jakarta, Selasa (20/10/2015).

Ke depan, diprediksi Indonesia akan mendapat 'pukulan kedua' kalau The Fed menaikkan suku bunganya. Namun, jika The Fed kembali menunda kenaikan suku bunga, maka itu sangat baik bagi Indonesia.

"Artinya, di dalam negeri kita bisa konsolidasi untuk memperkuat kondisi ekonomi, sehingga kalau Fed rate jadi naikkan suku bunga, maka kita lebih kuat dan punya bantalan untuk menahan laju pelemahan rupiah," tandas Faisal.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menperin: Industri Manufaktur...
Menperin: Industri Manufaktur tumbuh Positif 4,88 Persen
Kemenperin dan Bosch...
Kemenperin dan Bosch Tandai Pembangunan Fasilitas Manufaktur Baru di Bekasi
Kinerja Industri Manufaktur...
Kinerja Industri Manufaktur di Tahun 2024
PMI Manufaktur Ekspansif...
PMI Manufaktur Ekspansif Jadi Momentum Keluarkan Kebijakan Pro Industri
Lapor Pak Jokowi, Ekspor...
Lapor Pak Jokowi, Ekspor Industri Manufaktur Berhasil Lampaui Target
PPKM Lebih Longgar,...
PPKM Lebih Longgar, PMI Manufaktur September Naik ke Posisi 52,2
Berita Terkini
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
4 menit yang lalu
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
56 menit yang lalu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
1 jam yang lalu
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
1 jam yang lalu
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
2 jam yang lalu
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved