PPKM Lebih Longgar, PMI Manufaktur September Naik ke Posisi 52,2
Jum'at, 01 Oktober 2021 - 10:15 WIB
loading...
PMI Manufaktur Indonesia pada September 2021 berada di posisi 52,2. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Sektor manufaktur Indonesia pada bulan September 2021 kembali menggeliat dan bertumbuh menyusul Pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kebijakan Masyarakat (PPKM) di sejumlah wilayah dan penurunan jumlah kasus positif Covid-19 di Tanah Air.
IHS Markit mencatat Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada September 2021 berada di posisi 52,2 atau naik dari posisi 43,7 pada bulan Agustus. PMI di atas 50 menunjukkan geliat industri manufaktur dinilai ekspansif.
Baca juga: Jangan Lengah, Jubir IDI Ingatkan Pandemi Belum Sepenuhnya Teratasi
Direktur Asosiasi Ekonomi IHS Markit Jingyi Pan mengatakan, kinerja sektor manufaktur Indonesia pada bulan September 2021 mencapai titik balik, dengan PMI Manufaktur Indonesia yang kembali ekspansif setelah dua bulan terkontraksi tajam. Hal ini terutama dikarenakan membaiknya situasi Covid-19 dan pelonggaran pembatasan.
"Meski ada peningkatan kegiatan pembelian, penciptaan lapangan kerja masih lemah di sektor manufaktur. Optimisme dunia usaha bahkan menurun pada September meskipun kondisi ekonomi sudah membaik," ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (1/10/2021).
IHS Markit mencatat Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada September 2021 berada di posisi 52,2 atau naik dari posisi 43,7 pada bulan Agustus. PMI di atas 50 menunjukkan geliat industri manufaktur dinilai ekspansif.
Baca juga: Jangan Lengah, Jubir IDI Ingatkan Pandemi Belum Sepenuhnya Teratasi
Direktur Asosiasi Ekonomi IHS Markit Jingyi Pan mengatakan, kinerja sektor manufaktur Indonesia pada bulan September 2021 mencapai titik balik, dengan PMI Manufaktur Indonesia yang kembali ekspansif setelah dua bulan terkontraksi tajam. Hal ini terutama dikarenakan membaiknya situasi Covid-19 dan pelonggaran pembatasan.
"Meski ada peningkatan kegiatan pembelian, penciptaan lapangan kerja masih lemah di sektor manufaktur. Optimisme dunia usaha bahkan menurun pada September meskipun kondisi ekonomi sudah membaik," ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (1/10/2021).
Lihat Juga :