Laju Pelemahan Rupiah Masih Dimungkinkan Berlanjut
Rabu, 21 Oktober 2015 - 08:35 WIB
Laju Pelemahan Rupiah Masih Dimungkinkan Berlanjut
A
A
A
JAKARTA - Laju pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini diperkirakan dimungkinkan berlanjut.
"Hal itu seiring masih berlanjutnya pelemahan pada harga minyak mentah dan sejumlah komoditas, sehingga dapat memberikan kesempatan bagi USD untuk bergerak naik," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (21/10/2015).
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.625-Rp13.650/USD.
Reza menuturkan, meski indeks USD terhadap sejumlah mata uang Asia kemarin bergerak melemah, namun terhadap rupiah terlihat menguat. Dari pantauan data di Bank Indonesia, laju Rupiah masih menunjukan pelemahannya seiring penguatan tajam di pekan sebelumnya.
Posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.634/USD, merosot sebesar 71 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.563/USD.
"Tampaknya dorongan positif mulai berkurang," kata dia.
Menurut Reza, adanya rilis kenaikan NAHB housing market index Amerika Serikat (AS) sebelumnya yang dibarengi dengan pelemahan laju harga minyak mentah dunia seiring ekspektasi meningkatnya suplai memberikan semangat bagi laju USD untuk dapat menguat dan rupiah pun terkena imbas negatifnya.
"Hal itu seiring masih berlanjutnya pelemahan pada harga minyak mentah dan sejumlah komoditas, sehingga dapat memberikan kesempatan bagi USD untuk bergerak naik," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (21/10/2015).
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.625-Rp13.650/USD.
Reza menuturkan, meski indeks USD terhadap sejumlah mata uang Asia kemarin bergerak melemah, namun terhadap rupiah terlihat menguat. Dari pantauan data di Bank Indonesia, laju Rupiah masih menunjukan pelemahannya seiring penguatan tajam di pekan sebelumnya.
Posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.634/USD, merosot sebesar 71 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.563/USD.
"Tampaknya dorongan positif mulai berkurang," kata dia.
Menurut Reza, adanya rilis kenaikan NAHB housing market index Amerika Serikat (AS) sebelumnya yang dibarengi dengan pelemahan laju harga minyak mentah dunia seiring ekspektasi meningkatnya suplai memberikan semangat bagi laju USD untuk dapat menguat dan rupiah pun terkena imbas negatifnya.
(rna)