Minat Caplok 20% Saham, Rini Kirim Surat ke Freeport
Rabu, 21 Oktober 2015 - 15:02 WIB
Minat Caplok 20% Saham, Rini Kirim Surat ke Freeport
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno sangat serius atas keinginannya untuk mencaplok 20% saham PT Freeport Indonesia yang akan dilepaskan (divestasi).
Rini akan berkirim surat ke perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut untuk menyatakan minatnya. Dia menjelaskan, dalam aturan yang ada Freeport diharuskan melepas sahamnya kepada Indonesia sebesar 20%. Saat ini, perusahan pelat merah sudah memegang 9,36% dari saham raksasa tambang tersebut.
"Kami mengusulkan karena kami (BUMN) sudah memegang 9,36% maka kami usulkan supaya kami bisa mengambil sisa divestasinya sehingga BUMN memiliki 20%," katanya di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (21/10/2015).
Menurutnya, dua perusahaan BUMN yang memiliki kemungkinan menyerap saham Freeport tersebut adalah PT Aneka Tambang (Persero) dan PT Indonesia Asahan Aluminimum (Persero). Dua perusahaan ini dipilih lantaran memiliki latar belakang dalam industri pertambangan dan memiliki buku kuangan sehat. (Baca:
Caplok Saham Freeport, Ini yang Sedang Dilakukan Inalum).
"Karena pertama, pada dasarnya PT Aneka Tambang berkecimpung di bidang pertambangan dan PT Inalum secara buku sangat kuat. Jadi saling mendukung. Inalum juga sekarang sudah berkecimpung di bidang aluminium untuk peleburannya, sehingga ke depan kita harapkan juga bisa memanfaatkan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan Freeport," terang dia.
Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag) ini menambahkan, saat ini pihaknya belum memiliki opsi apapun terkait pendanaan untuk membeli saham Freeport tersebut.
"Belum (pendanaan), kita baru akan kirim surat minggu ini. (Pendanaan) Belum, karena mereka (Freeport) belum memberitahukan nilainya berapa kami baru menyatakan minat saja," tandasnya.
Baca Juga:
Soal Freeport, Rizal: Pejabat Kita Bermental Inlander
Beli Saham Divestasi Freeport, Rini Pilih Utang Bank Internasional
Rini akan berkirim surat ke perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut untuk menyatakan minatnya. Dia menjelaskan, dalam aturan yang ada Freeport diharuskan melepas sahamnya kepada Indonesia sebesar 20%. Saat ini, perusahan pelat merah sudah memegang 9,36% dari saham raksasa tambang tersebut.
"Kami mengusulkan karena kami (BUMN) sudah memegang 9,36% maka kami usulkan supaya kami bisa mengambil sisa divestasinya sehingga BUMN memiliki 20%," katanya di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (21/10/2015).
Menurutnya, dua perusahaan BUMN yang memiliki kemungkinan menyerap saham Freeport tersebut adalah PT Aneka Tambang (Persero) dan PT Indonesia Asahan Aluminimum (Persero). Dua perusahaan ini dipilih lantaran memiliki latar belakang dalam industri pertambangan dan memiliki buku kuangan sehat. (Baca:
Caplok Saham Freeport, Ini yang Sedang Dilakukan Inalum).
"Karena pertama, pada dasarnya PT Aneka Tambang berkecimpung di bidang pertambangan dan PT Inalum secara buku sangat kuat. Jadi saling mendukung. Inalum juga sekarang sudah berkecimpung di bidang aluminium untuk peleburannya, sehingga ke depan kita harapkan juga bisa memanfaatkan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan Freeport," terang dia.
Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag) ini menambahkan, saat ini pihaknya belum memiliki opsi apapun terkait pendanaan untuk membeli saham Freeport tersebut.
"Belum (pendanaan), kita baru akan kirim surat minggu ini. (Pendanaan) Belum, karena mereka (Freeport) belum memberitahukan nilainya berapa kami baru menyatakan minat saja," tandasnya.
Baca Juga:
Soal Freeport, Rizal: Pejabat Kita Bermental Inlander
Beli Saham Divestasi Freeport, Rini Pilih Utang Bank Internasional
(izz)
Lihat Juga :