Ruhut Sebut Rizal Ramli Ngebet Jadi Menteri SBY
Rabu, 21 Oktober 2015 - 19:24 WIB
Ruhut Sebut Rizal Ramli Ngebet Jadi Menteri SBY
A
A
A
JAKARTA - Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul menyebut bahwa Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli ngebet menjadi menteri pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Baca:Rizal Ramli: Jokowi Punya Nyali, SBY Tidak).
Hal tersebut dikatakannya pasca Rizal Ramli mengeluarkan sindiran terhadap SBY yang dituding tidak punya nyali menghadapi Exxon Mobile dalam pengelolaan Blok Cepu, Jawa Tengah.
"Saya tahu sekali bagaimana beliau (Rizal Ramli) ingin sekali menjadi pembantu Presiden (SBY) pada waktu itu. Dia kepingin sekali jadi menteri," ungkapnya kepada Sindonews di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (21/10/2015). (Baca: Ruhut Sitompul Bantah SBY Tak Punya Nyali Soal Blok Cepu).
Dia berpendapat, ditolaknya saran Rizal Ramli terkait pengelolaan Blok Cepu oleh SBY karena kemungkinan Presiden RI ke-6 tersebut memiliki opini lain atau karena saran Rizal hanya menjadi opini kedua (second opinion).
"Kan dia bukan pembantu Presiden. Bapak kan ada second opinion lain, atau dia second opinion pada waktu itu. Presiden yang mempunyai wewenang untuk memutuskan," imbuhnya.
Ruhut juga mengingatkan mantan Menko bidang Perekonomian ini agar jangan pernah melihat dan mengkritisi hal yang telah lalu. "Jadi Pak Rizal harus ingat, lain lubuk lain ikannya. Ini yang kadang-kadang saya kritisi para pembantu beliau, jangan melihat ke belakang. Lihat ke depan," tandas dia.
Hal tersebut dikatakannya pasca Rizal Ramli mengeluarkan sindiran terhadap SBY yang dituding tidak punya nyali menghadapi Exxon Mobile dalam pengelolaan Blok Cepu, Jawa Tengah.
"Saya tahu sekali bagaimana beliau (Rizal Ramli) ingin sekali menjadi pembantu Presiden (SBY) pada waktu itu. Dia kepingin sekali jadi menteri," ungkapnya kepada Sindonews di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (21/10/2015). (Baca: Ruhut Sitompul Bantah SBY Tak Punya Nyali Soal Blok Cepu).
Dia berpendapat, ditolaknya saran Rizal Ramli terkait pengelolaan Blok Cepu oleh SBY karena kemungkinan Presiden RI ke-6 tersebut memiliki opini lain atau karena saran Rizal hanya menjadi opini kedua (second opinion).
"Kan dia bukan pembantu Presiden. Bapak kan ada second opinion lain, atau dia second opinion pada waktu itu. Presiden yang mempunyai wewenang untuk memutuskan," imbuhnya.
Ruhut juga mengingatkan mantan Menko bidang Perekonomian ini agar jangan pernah melihat dan mengkritisi hal yang telah lalu. "Jadi Pak Rizal harus ingat, lain lubuk lain ikannya. Ini yang kadang-kadang saya kritisi para pembantu beliau, jangan melihat ke belakang. Lihat ke depan," tandas dia.
(izz)
Lihat Juga :