Pelemahan Rupiah Berpeluang Kembali Terjadi
Kamis, 22 Oktober 2015 - 08:36 WIB
Pelemahan Rupiah Berpeluang Kembali Terjadi
A
A
A
JAKARTA - Pelemahan laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini berpeluang kembali terjadi seiring masih bertahannya tren penguatan indeks dolar Amerika Serikat (USD).
"Namun demikian, laju rupiah akan menguji sentimen dari dirilisnya paket kebijakan ekonomi. Tetap cermati sentimen yang akan muncul," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (21/10/2015).
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.685-Rp13.712/USD.
Sementara posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.696/USD, merosot sebesar 62 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.634/USD.
Pelemahan rupiah kemarin tidak jauh berbeda dengan sehari sebelumnya, di mana koreksi harga minyak mentah dunia seiring ekspektasi meningkatnya suplai memberikan semangat bagi laju USD untuk dapat menguat dan rupiah pun terkena imbas negatifnya.
Pelemahan harga minyak mentah dunia yang berimbas pada penurunan sejumlah harga komoditas memberikan amunisi bagi USD untuk dapat bergerak menguat. Kondisi ini pun berimbas pada pelemahan sejumlah mata uang, antara lain dolar Australia, dolar Kanada dan euro.
"Namun demikian, laju rupiah akan menguji sentimen dari dirilisnya paket kebijakan ekonomi. Tetap cermati sentimen yang akan muncul," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (21/10/2015).
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.685-Rp13.712/USD.
Sementara posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.696/USD, merosot sebesar 62 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.634/USD.
Pelemahan rupiah kemarin tidak jauh berbeda dengan sehari sebelumnya, di mana koreksi harga minyak mentah dunia seiring ekspektasi meningkatnya suplai memberikan semangat bagi laju USD untuk dapat menguat dan rupiah pun terkena imbas negatifnya.
Pelemahan harga minyak mentah dunia yang berimbas pada penurunan sejumlah harga komoditas memberikan amunisi bagi USD untuk dapat bergerak menguat. Kondisi ini pun berimbas pada pelemahan sejumlah mata uang, antara lain dolar Australia, dolar Kanada dan euro.
(rna)