Rizal Ramli: BUMN Bodoh Jika Tak Revaluasi Aset
Kamis, 22 Oktober 2015 - 22:32 WIB
Rizal Ramli: BUMN Bodoh Jika Tak Revaluasi Aset
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyatakan, bagi perusahaan khususnya badan usaha milik negara (BUMN) yang masih enggan melakukan penghitungan kembali (revaluasi) aset rugi. Bahkan, dia menyebut perusahaan pelat merah tersebut bodoh jika tak lakukan revaluasi.
Sebab, dengan melakukan revaluasi, aset perusahaan akan semakin besar. Terlebih, perusahaan negara banyak sekali memiliki aset historis dalam jumlah yang besar.
"Jika mereka enggak lakukan (revaluasi aset), apa ya, bodohlah kalau istilah sederhananya. Karena aset mereka banyak sekali, aset hostoris, seperti dikatakan Menkeu tadi Bulog, PT KAI, Peruri," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/10/2015).
Menurut Rizal, aset yang mereka miliki saat ini masih dengan harga saat pembelian 10 hingga 20 tahun lalu. Jika revaluasi dilakukan saat ini, maka aset perusahaan akan meningkat berkali-kali lipat.
"Bisa ada yang enam kali, delapan kali, modalnya juga akan besar sehingga kapasitasnya untuk menarik modal kredit atau bond untuk kebangkitan ekonomi Indonesia menjadi lebih besar," jelasnya.
Rizal mengatakan, tawaran ini juga besar manfaatnya untuk perusahaan swasta. Mereka akan rugi jika tidak melakukan revaluasi. Terlebih, pemerintah juga memberikan insentif menarik berupa diskon tarif pajak penghasilan (PPh) bervariasi.
"Walapun swasta cukup sering melakukan revaluasi aset tapi dengan adanya paket insentif maka swasta modalnya juga akan lebih bagus. Yang tadinya ada masalah karena macam-macam penurunan penjualan akibat dari rupiah yang anjlok itu modalnya akan lebih bagus," tandasnya.
Baca juga:
Ini Dua Paket Kebijakan Ekonomi Jilid V
Revaluasi Aset, Rizal Pede Kebijakan Jilid V Bikin Ekonomi RI Tumbuh di Atas 6%
Pemerintah Beri Diskon Pajak Bervariasi
Sebab, dengan melakukan revaluasi, aset perusahaan akan semakin besar. Terlebih, perusahaan negara banyak sekali memiliki aset historis dalam jumlah yang besar.
"Jika mereka enggak lakukan (revaluasi aset), apa ya, bodohlah kalau istilah sederhananya. Karena aset mereka banyak sekali, aset hostoris, seperti dikatakan Menkeu tadi Bulog, PT KAI, Peruri," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/10/2015).
Menurut Rizal, aset yang mereka miliki saat ini masih dengan harga saat pembelian 10 hingga 20 tahun lalu. Jika revaluasi dilakukan saat ini, maka aset perusahaan akan meningkat berkali-kali lipat.
"Bisa ada yang enam kali, delapan kali, modalnya juga akan besar sehingga kapasitasnya untuk menarik modal kredit atau bond untuk kebangkitan ekonomi Indonesia menjadi lebih besar," jelasnya.
Rizal mengatakan, tawaran ini juga besar manfaatnya untuk perusahaan swasta. Mereka akan rugi jika tidak melakukan revaluasi. Terlebih, pemerintah juga memberikan insentif menarik berupa diskon tarif pajak penghasilan (PPh) bervariasi.
"Walapun swasta cukup sering melakukan revaluasi aset tapi dengan adanya paket insentif maka swasta modalnya juga akan lebih bagus. Yang tadinya ada masalah karena macam-macam penurunan penjualan akibat dari rupiah yang anjlok itu modalnya akan lebih bagus," tandasnya.
Baca juga:
Ini Dua Paket Kebijakan Ekonomi Jilid V
Revaluasi Aset, Rizal Pede Kebijakan Jilid V Bikin Ekonomi RI Tumbuh di Atas 6%
Pemerintah Beri Diskon Pajak Bervariasi
(dmd)
Lihat Juga :