Masyarakat Bawah Butuh Proteksi

Kamis, 22 Oktober 2015 - 23:58 WIB
Masyarakat Bawah Butuh...
Masyarakat Bawah Butuh Proteksi
A A A
JAKARTA - Menghadapi era pasar bebas MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), masyarakat bawah di Tanah Air membutuhkan proteksi. Tanpa perlindungan, kesenjangan sosial akan semakin lebar.

Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo (HT) mengatakan, proteksi sangat dibutuhkan oleh masyarakat bawah dalam menghadapi MEA. Dia mencontohkan saat ini saja sudah bisa dirasakan bagaimana pusat perbelanjaan modern menggerus pasar-pasar tradisional.

“Kalau pemerintah bijaksana, dibuat zona-zona jangan memakan pasar masyarakat tradisional karena mereka belum mampu bersaing. Itu contoh,” ujar HT, saat jumpa pers jelang Deklarasi Partai Perindo, Maluku, Kamis (22/10).

Hal yang sama terjadi bila masyarakat dihadapkan langsung dengan pasar bebas MEA yang akan berlaku pada akhir tahun ini. Masyarakat bawah akan tergilas dengan pemilik modal yang jauh lebih besar, pesaing yang memiliki keterampilan dan pengalaman lebih.

Dia menegaskan seharusnya pemerintah memproteksi masyarakat bawah agar tidak langsung berhadapan dengan pasar bebas. Selain itu, pentingnya dorongan bagi masyarakat yang pertama adalah akses modal yang tak hanya murah tapi mudah dan merata.

Jika sulit mendapatkan akses maka masyarakat akan meminjam ke bank gelap atau rentenir dengan bunga yang sangat tinggi. Kedua, adalah pelatihan keterampilan agar lebih produktif dan mampu bersaing.

Masyarakat bawah seperti UMKM, petani, nelayan, buruh, pengangguran dan profesi lainnya yang berpenghasilan rendah harus didorong untuk bertumbuh lebih cepat dibanding menengah atas. Dengan begitu, kesenjangan akan menyempit dan penggerak ekonomi akan lebih banyak dari sebelumnya.

Dia mengilustrasikan sebuah mobil akan sulit diangkat oleh dua orang dewasa dan beberapa lagi anak-anak. Namun, bila yang mengangkat 20 orang dewasa maka akan mudah. Begitulah dia menggambarkan bila masyarakat bawah naik kelas menjadi menengah maka kekuatan mendorong ekonomi Indonesia untuk maju akan jauh lebih besar.

Hal ini, lanjut HT, sudah terjadi di China. Di mana negara tersebut mampu mendorong perekonomian masyarakat bawah. “Banyak kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada masyarakat menengah ke bawah supaya mereka tumbuh lebih cepat,” jelasnya.

Hasilnya ekonomi China jauh melesat dengan pertumbuhan 9% per tahun. Sebaliknya yang terjadi di India yang menganut pasar bebas, pertumbuhan hanya terjadi di menengah ke atas dan kesenjangannya luar biasa.

HT menuturkan bila kembali kepada semangat berbangsa dan bernegara, sebagaimana dituangkan dalam pembukaan UUD 1945, seharusnya Indonesia adil dan makmur. “Merdeka, bersatu, berdaulat, ketiga ini sudah kita miliki. Namun apakah Indonesia sudah adil dan makmur. Jadi selama 70 tahun merdeka kita belum memenuhi tujuan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

CEO MNC Group ini mengatakan untuk menjadi negara maju Indonesia harus melompat empat kali lipat dari saat ini. “Satu-satunya cara masyarakat menengah bawah ini harus naik kelas. Kalau mereka tidak naik kelas, jumlah pihak yang ikut membangun ekonomi nasional terbatas. Ya, yang menengah atas saja,” tandasnya.

(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
HT Tegaskan Sulsel dan...
HT Tegaskan Sulsel dan Sumut Harus Jadi Lumbung Suara Partai Perindo
Apresiasi Natal Nasional...
Apresiasi Natal Nasional 2023 di Surabaya Sukses, HT: Ramai Sekali
Harapan Hary Tanoe di...
Harapan Hary Tanoe di HUT Soulyu
Hadiri Peresmian Kantor...
Hadiri Peresmian Kantor MPN Pemuda Pancasila, Hary Tanoesoedibjo: Semakin Bermanfaat bagi Bangsa Indonesia
HT: Semoga PP Makin...
HT: Semoga PP Makin Berkibar
Visi Misi Perindo Jelas,...
Visi Misi Perindo Jelas, Membangun Indonesia Sejahtera
Berita Terkini
Pangkas 250 BUMN, Prabowo...
Pangkas 250 BUMN, Prabowo Sebut Negara Hemat Rp50 Triliun
18 menit yang lalu
Hindari Risiko Kerusakan...
Hindari Risiko Kerusakan Barang, Ini 7 Tips Packing dari J&T Cargo
26 menit yang lalu
Gelar RUPS Luar Biasa,...
Gelar RUPS Luar Biasa, Brigit Biofarmaka Teknologi Bahas Penyesuaian Klasifikasi Usaha
40 menit yang lalu
IHSG Lanjutkan Penguatan,...
IHSG Lanjutkan Penguatan, Sore Ini Ditutup Reli ke Level 6.231
42 menit yang lalu
Amway Indonesia Perkuat...
Amway Indonesia Perkuat Komitmen Mendukung Keluarga Hidup Lebih Sehat dan Sejahtera
53 menit yang lalu
Pegadaian Dorong Green...
Pegadaian Dorong Green Tourism di Yogyakarta lewat Program Becak Kayuh Listrik
1 jam yang lalu
Infografis
Untuk Membangun Kembali...
Untuk Membangun Kembali Kota Gaza, Palestina Butuh Rp868 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved