Sewenang-wenang Pecat Karyawan yang Bela Palestina, Google Digugat

Sabtu, 04 Mei 2024 - 16:05 WIB
loading...
Sewenang-wenang Pecat...
Karyawan yang dipecat karena membela Palestina mengajukan gugatan terhadap Google. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Sejumlah karyawan Google yang belum lama ini dipecat lantaran membela Palestina mengajukan gugatan ke Dewan Hubungan Perburuhan Nasional Amerika Serikat (NLRB). Mereka memprotes aksi pemecatan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan sewenang-wenang.

Dihimpun dari Reuters, Sabtu (4/5/2024), para mantan karyawan tersebut menuding raksasa teknologi Google telah secara tidak sah memecat sekitar 50 karyawan dan mengganggu hak-hak mereka berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan AS.

Baca Juga: Desak CEO Putus Kontrak Rp19 T dengan Israel, 28 Karyawan Google Dipecat

Mereka menuntut agar Google mempekerjakan mereka kembali dengan gaji yang layak dan berharap gugatan yang dilayangkan dalam pengaduan NLRB itu dapat ditinjau dengan seksama dan bisa lolos untuk dibawa ke hadapan hakim administratif serta dewan yang ditunjuk oleh presiden.

Diketahui, sebelumnya Google telah memecat hampir 50 karyawan lantaran memprotes Project Nimbus yang memiliki nilai mencapai USD1,2 miliar. Para karyawan tidak setuju melakukan kontrak proyek layanan cloud tersebut karena untuk memenuhi kepentingan pemerintah Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelombang PHK Ancam...
Gelombang PHK Ancam Industri Strategis, Regulasi yang Menggerus Daya Saing Harus Ditinjau Ulang
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
Harga Gas Industri Turun...
Harga Gas Industri Turun Jadi USD13 per MMBTU, Said Iqbal Ungkap Ancaman PHK Mereda
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
3 Karyawan Percetakan...
3 Karyawan Percetakan Disekap, 2 Pelaku Ditangkap
Mensesneg Ungkap Pemicu...
Mensesneg Ungkap Pemicu Maraknya PHK di Indonesia
Rekomendasi
Portugal vs Spanyol...
Portugal vs Spanyol di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ronaldo-Yamal Siapa Lebih Moncer?
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
Raih Bisnis Indonesia...
Raih Bisnis Indonesia Award 2026, Angela: MNC Digital Terus Berinovasi di Tengah Tantangan yang Ada
Berita Terkini
PB PMII Dorong Audit...
PB PMII Dorong Audit Rantai Pasok Batu Bara Usai Pemadaman Listrik
Gelombang PHK Ancam...
Gelombang PHK Ancam Industri Strategis, Regulasi yang Menggerus Daya Saing Harus Ditinjau Ulang
Bank Dunia Naikkan Status...
Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved