Rupiah Dibuka Menguat di Tengah Keperkasaan USD
Senin, 26 Oktober 2015 - 10:55 WIB
Rupiah Dibuka Menguat di Tengah Keperkasaan USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka menguat di tengah keperkasaan USD dan jebloknya mata uang euro.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas hari ini berada di level Rp13.596/USD. Selanjutnya, berdasarkan data Yahoo Finance rupiah dibuka di angka Rp13.608/USD.
Sementara berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level 13.650/USD atau melemah 29 poin, setelah pada penutupan akhir pekan berakhir di level Rp13.621/USD. Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI terjebak di level RpRp13.643/USD.
Di sisi lain, pergerakan dolar AS (USD) pada pagi ini melonjak ke level tertinggi dalam 2 setengah bulan terhadap sejumlah mata uang lain. Hal ini terjadi setelah pelonggaran moneter China pada akhir pekan meningkatkan risk appetite investor dan mengirim US Treasury lebih tinggi.
Bursa saham di seluruh dunia melonjak pada Jumat setelah China memangkas suku bunga untuk keempat kalinya tahun ini, hanya sehari setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mengisyaratkan siap meningkatkan skala stimulus.
Dilansir dari Reuters, Senin (26/10/2015), indeks USD berdiri di dekat USD97,201, tertinggi sejak 12 Agustus lalu. Greenback tertinggi dalam 2 bulan lebih dari 121,60 yen, dan euro berjuang di dekat USD1,0989, terendah sejak 11 Agustus.
Benchmark US Treasury yield 10-tahun naik hampir 6 basis poin pada Jumat karena pasar ekuitas rally dan mengurangi permintaan safe haven, memberikan dukungan yang luas terhadap USD.
"Tindakan harga menggarisbawahi bahwa perbedaan tema merupakan pusat skenario bullish dolar AS tidak hanya didorong oleh waktu Fed menghentikan rencana kenaikan, tetapi dengan apa yang dilakukan dan dilakukan bank sentral lainnya," tulis Marc Chandler, kepala strategi mata uang global Brown Brothers Harriman.
"Perbedaan ini belum mencapai puncaknya. Puncaknya setidaknya sampai tahun depan," tambahnya.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas hari ini berada di level Rp13.596/USD. Selanjutnya, berdasarkan data Yahoo Finance rupiah dibuka di angka Rp13.608/USD.
Sementara berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level 13.650/USD atau melemah 29 poin, setelah pada penutupan akhir pekan berakhir di level Rp13.621/USD. Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI terjebak di level RpRp13.643/USD.
Di sisi lain, pergerakan dolar AS (USD) pada pagi ini melonjak ke level tertinggi dalam 2 setengah bulan terhadap sejumlah mata uang lain. Hal ini terjadi setelah pelonggaran moneter China pada akhir pekan meningkatkan risk appetite investor dan mengirim US Treasury lebih tinggi.
Bursa saham di seluruh dunia melonjak pada Jumat setelah China memangkas suku bunga untuk keempat kalinya tahun ini, hanya sehari setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mengisyaratkan siap meningkatkan skala stimulus.
Dilansir dari Reuters, Senin (26/10/2015), indeks USD berdiri di dekat USD97,201, tertinggi sejak 12 Agustus lalu. Greenback tertinggi dalam 2 bulan lebih dari 121,60 yen, dan euro berjuang di dekat USD1,0989, terendah sejak 11 Agustus.
Benchmark US Treasury yield 10-tahun naik hampir 6 basis poin pada Jumat karena pasar ekuitas rally dan mengurangi permintaan safe haven, memberikan dukungan yang luas terhadap USD.
"Tindakan harga menggarisbawahi bahwa perbedaan tema merupakan pusat skenario bullish dolar AS tidak hanya didorong oleh waktu Fed menghentikan rencana kenaikan, tetapi dengan apa yang dilakukan dan dilakukan bank sentral lainnya," tulis Marc Chandler, kepala strategi mata uang global Brown Brothers Harriman.
"Perbedaan ini belum mencapai puncaknya. Puncaknya setidaknya sampai tahun depan," tambahnya.
(dmd)