Pembangunan CDP Bukti RI Tak Lagi Didekte Asing

Senin, 26 Oktober 2015 - 14:26 WIB
Pembangunan CDP Bukti...
Pembangunan CDP Bukti RI Tak Lagi Didekte Asing
A A A
JAKARTA - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Dwelling Time Agung Koeswandono menyatakan, pembangunan Cikarang Dry Port (CDP) bisa membuat Indonesia lebih mandiri atau tidak didekte asing dan melindungi konsumen dalam negeri.

Pasalnya, saat ini ada bahan baku impor Indonesia yang masih berada di gudang penimbunan Malaysia dan Singapura, seperti kapas. Namun, dengan adanya CDP pihaknya menyiapkan untuk penampungan kapas.

Selama ini, kapas impor dari Indonesia, memang disimpan dalam jumlah banyak di dua negara tersebut dan mengakibatkan cost yang mahal dan dwelling time yang lama. (Baca: CDP Kurangi Waktu Inap Barang di Pelabuhan).

"Kapas impor dari Indonesia selama ini disimpan di Singapura dan Malaysia. Sekarang CDP punya gudang sendiri untuk menarik kapas disimpan di sini. Sekarang kapas, lama-lama tekstil dan semua barang enggak lagi ditaruh di sana. Bisa kita simpan sendiri, cost-nya pasti turun dan juga dwelling time. Kita enggak akan didikte sama orang luar lagi," katanya di Jakarta, Senin (26/10/2015).

Untuk CDP, pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk melindungi konsumen dan pelaku industri yang melakukan impor bahan baku.

"Jadi kami enggak ingin hilangkan praturan yang sudah ada, yang memang diperlukan untuk melindungi industri dalam negeri, melindungi konsumen dalam negeri. Jadi, nanti pelabelan akan diproses di CDP, untuk itu Cukai kerja sama dengan Kemendag akan buka pos khusus di CDP," terang dia.

Untuk menjamin hal ini bisa dilaksanakan, Bea Cukai minta kepada CDP untuk menyediakan lokasi khusus di area penimbunan kontainer yang bisa digunakan untuk pelabelan merek dagang. "Kebijakan ini sudah disosialisasikan melalui media termasuk media asing dan telah dipahami importir," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tekan Dwelling Time,...
Tekan Dwelling Time, Aptesindo Dorong Konsistensi Penerapan Aturan
DPR Soroti Dwelling...
DPR Soroti Dwelling Time di Tanjung Perak yang Beratkan Pengusaha Ekspor-Impor
Pakai Sistem NLE, Biaya...
Pakai Sistem NLE, Biaya Logistik Lebih Efisien dan Tekan Dwelling Time
Bea Cukai Tekan Dwelling...
Bea Cukai Tekan Dwelling Time di 2024, Pelayanan Ekspor Sekarang Cuma 15 Menit
5 Ramalan Time Traveler...
5 Ramalan 'Time Traveler' yang Bikin Heboh, dari Covid hingga Perang Dunia III
5 Orang yang Mengaku...
5 Orang yang Mengaku sebagai Time Traveler, Ada yang Berfoto dengan Dirinya pada Masa Depan
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
3 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
27 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved