Pelemahan Rupiah Diprediksi Bisa Membesar
Selasa, 27 Oktober 2015 - 08:37 WIB
Pelemahan Rupiah Diprediksi Bisa Membesar
A
A
A
JAKARTA - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini diprediksi bisa makin membesar.
"Dengan pembalikan arah melemah keamrin, membuat peluang pelemahan laju rupiah dapat membesar. Meski demikian, tetap cermati sentimen yang akan muncul," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (27/10/2015).
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.638-Rp13.655/USD.
Sementara posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level RpRp13.643/USD, anjlok 152 poin dari posisi sebelumnya di Rp13.491/USD.
Menurut dia, mulai melemahnya sejumlah harga komoditas memberikan sentimen negatif pada sejumlah laju mata uang, terutama Asia. Apalagi di pekan kemarin telah dipangkas suku bunga acuan China sebesar 25 basis poin, sehingga memberikan tekanan pada laju yuan.
Akibatnya, laju rupiah berbalik melemah di awal pekan ini. Dari pergerakan di sejumlah mata uang Asia Pasifik, cenderung bergerak variatif.
"Dengan pembalikan arah melemah keamrin, membuat peluang pelemahan laju rupiah dapat membesar. Meski demikian, tetap cermati sentimen yang akan muncul," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (27/10/2015).
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.638-Rp13.655/USD.
Sementara posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level RpRp13.643/USD, anjlok 152 poin dari posisi sebelumnya di Rp13.491/USD.
Menurut dia, mulai melemahnya sejumlah harga komoditas memberikan sentimen negatif pada sejumlah laju mata uang, terutama Asia. Apalagi di pekan kemarin telah dipangkas suku bunga acuan China sebesar 25 basis poin, sehingga memberikan tekanan pada laju yuan.
Akibatnya, laju rupiah berbalik melemah di awal pekan ini. Dari pergerakan di sejumlah mata uang Asia Pasifik, cenderung bergerak variatif.
(rna)