DPR Kritik Tax Amnesty Masuk RAPBN 2016

Selasa, 27 Oktober 2015 - 13:27 WIB
DPR Kritik Tax Amnesty...
DPR Kritik Tax Amnesty Masuk RAPBN 2016
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengkritisi masuknya anggaran tax amnesty atau pemutihan pajak ke dalam asumsi postur RAPBN 2016 yang tengah dibahas Badan Anggaran (Banggar).

Menurutnya, negara tidak bisa dalam pengajuan anggarannya seperti yang dilakukan perusahaan swasta. "Itu disebut Contingent liabilities. Prinsipnya itu hanya dikenal di perusahaan swasta. Sementara pemerintah tidak boleh menggunakan asumsi utang yang ditunda. Jadi mengasumsikan ada uang masuk dalam RAPBN 2016 ini melalui pengampunan pajak. Padahal pengampunan itu belum jelas," katanya, Selasa (27/10/2015).‎

Fahri menolak dengan adanya rancangan UU ikhwal pengampunan pajak nasional yang diusulkan dewan. Seharusnya, usulan itu diusulkan melalui pemerintah. (Baca: Pemerintah Dinilai Selundupkan Tax Amnesty ke RAPBN 2016).

"Saya mau buka saja, di depan Pak Jokowi (Presiden RI Joko Widodo) saya menolak DPR disuruh menjadi pengusul. Menurut saya itu harus menjadi proposal pemerintah," imbuh dia.

Menurut Fahri, sangat aneh jika yang mengusulkan DPR sementara yang membutuhkan uang adalah pemerintah.

"Kok bisa pemerintah perlu uang tapi yang menyusun usulan undang-undangnya DPR. Nanti orang bilang, ini DPR mau malak pajak apa. Nah itu yang kami tolak waktu itu. Itu sebabnya kalau pemerintah mau melakulan silakan, tapi pos dana sebesar Rp21 triliun sampai Rp500 triliun tidak boleh muncul dulu, di pengeluaran yang akan datang. Uangnya belum masuk," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aksi Menuntut Reformasi...
Aksi Menuntut Reformasi Pegawai Pajak
Diskon Pajak Mobil Baru...
Diskon Pajak Mobil Baru Berlaku Mulai 1 Maret 2021
Negara yang Kaya Tanpa...
Negara yang Kaya Tanpa Memungut Pajak dari Rakyatnya
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Kapolri: Polri akan...
Kapolri: Polri akan Kawal Kepatuhan Wajib Pajak untuk Bayar Pajak
Adaro Raih Penghargaan...
Adaro Raih Penghargaan Wajib Pajak
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
8 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
9 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
9 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
9 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
10 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
10 jam yang lalu
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved