Euro Rebound terhadap USD, Rupiah Dibuka Tertekan
Jum'at, 30 Oktober 2015 - 10:06 WIB
Euro Rebound terhadap USD, Rupiah Dibuka Tertekan
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka tertekan, di tengah balik arah menguat (rebound)-nya euro terhadap USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level RpRp13.639/USD, terdepresiasi 77 poin dari posisi kemarin di Rp13.562/USD.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.634/USD. Posisi ini mendatar dengan posisi sebelumnya di level Rp13.639/USD.
Rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp13.585/USD dan pada pukul 10.00 WIB bergeser ke Rp13.632/USD. Posisi ini melemah dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.619/USD.
Sedangkan berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada Rp13.628/USD. Posisi tersebut melemah 23 poin dibanding posisi kemarin di Rp13.605/USD.
Sementara euro naik tipis terhadap USD pada Jumat menyusul data ekonomi zona euro yang optimistis, sementara yen melemah menjelang pertemuan kebijaka moneter Bank Sentral Jelang (BOJ) akhir pekan ini.
Dikutip ari Reuters, euro naik 0,1% terhadap USD menjadi 1,0988 setelah naik sekitar 0,5% semalam, didukung perbaikan tak terduga sentimen ekonomi zona euro dan tanda-tanda inflasi lebih cepat dari yang diperkirakan di Jerman.
Data tersebut membantu euro pulih dari level terendah 2,5 bulan 1,0896, yang melanda pertengahan pekan ini ketika Federal Reserve AS (The Fed) membantu menjaga prospek kenaikan suku bunga pada Desember.
USD merosot 0,1% terhadap yen menjadi 120,95, setelah menghabiskan hari sebelumnya dalam kisaran sempit untuk menutup posisi hampir datar.
Dolar Australia tetap defensif setelah naik pada awal pekan. Aussie terhadap USD berada di 0,7086 setelah berada di level terendah dalam tiga pekan di 0,7067.
Indeks USD hampir datar di 97,151, setelah ditarik kembali dari level tertinggi 2,5 bulan di 97,818 pada Rabu, karena euro rebound. (Baca: Laju Rupiah Dibayangi Ketidakpastian)
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level RpRp13.639/USD, terdepresiasi 77 poin dari posisi kemarin di Rp13.562/USD.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.634/USD. Posisi ini mendatar dengan posisi sebelumnya di level Rp13.639/USD.
Rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp13.585/USD dan pada pukul 10.00 WIB bergeser ke Rp13.632/USD. Posisi ini melemah dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.619/USD.
Sedangkan berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada Rp13.628/USD. Posisi tersebut melemah 23 poin dibanding posisi kemarin di Rp13.605/USD.
Sementara euro naik tipis terhadap USD pada Jumat menyusul data ekonomi zona euro yang optimistis, sementara yen melemah menjelang pertemuan kebijaka moneter Bank Sentral Jelang (BOJ) akhir pekan ini.
Dikutip ari Reuters, euro naik 0,1% terhadap USD menjadi 1,0988 setelah naik sekitar 0,5% semalam, didukung perbaikan tak terduga sentimen ekonomi zona euro dan tanda-tanda inflasi lebih cepat dari yang diperkirakan di Jerman.
Data tersebut membantu euro pulih dari level terendah 2,5 bulan 1,0896, yang melanda pertengahan pekan ini ketika Federal Reserve AS (The Fed) membantu menjaga prospek kenaikan suku bunga pada Desember.
USD merosot 0,1% terhadap yen menjadi 120,95, setelah menghabiskan hari sebelumnya dalam kisaran sempit untuk menutup posisi hampir datar.
Dolar Australia tetap defensif setelah naik pada awal pekan. Aussie terhadap USD berada di 0,7086 setelah berada di level terendah dalam tiga pekan di 0,7067.
Indeks USD hampir datar di 97,151, setelah ditarik kembali dari level tertinggi 2,5 bulan di 97,818 pada Rabu, karena euro rebound. (Baca: Laju Rupiah Dibayangi Ketidakpastian)
(rna)